Tinta Media – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra menilai wacana yang dilemparkan Presiden Prabowo Subianto soal skema dua negara adalah keputusan yang menyakitkan hati kaum Muslimin sedunia.
“Maka jika Presiden Prabowo akan mengakui Israel, jika mereka mengakui kedaulatan Palestina adalah sebuah keputusan yang cukup menyakitkan hati kaum muslimin sedunia,” tuturnya kepada Tinta Media, Sabtu (31/5/2025).
Menurutnya, membela penjajah Israel bertentangan dengan syariat Islam dan pembukaan UUD 45. “Sebab Allah telah menegaskan dalam firman-Nya, orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS Al Baqarah : 120),” ucapnya.
Sementara, lanjutnya, dalam pembukaan UUD 45 tertulis dengan jelas bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. “Jelas dalam hal ini bahwa posisi Israel adalah penjajah, sementara Palestina adalah pihak yang dijajah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa jika dilihat dari dimensi historisnya, akan mudah dipahami bahwa Israel adalah penjajah atas rakyat Palestina. “Entah sudah berapa nyawa melayang dan entah sudah berapa hektar tanah Palestina dirampok Israel,” terangnya.
Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo mengatakan jika negara Palestina diakui Israel, maka Indonesia siap mengakui Israel sebagai negara, membuka hubungan diplomatik dengan Israel. “Bagaimana mungkin penjajah diberikan kesempatan untuk mendirikan negara di atas tanah jajahannya ?” tukasnya.
“Logikanya, apakah boleh dulu, penjajah Portugis, Belanda atau Jepang mendirikan negara di atas tanah Indonesia, dengan alasan solusi dua negara agar terwujud perdamaian?” tanyanya.
Ia mempertanyakan bahwa dengan wacana yang dilemparkan oleh Presiden Prabowo, soal skema dua negara, maka penting ditanyakan, Palestina merdeka itu wilayahnya yang mana?, apa hanya Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur saja sebagaimana solusi dua negara ( _two-state solution_ ) yang dicanangkan PBB. “Atau termasuk wilayah Palestina lainnya yang tengah diduduki Israel?” bebernya.
“Kalau semuanya, tentu saja Israel tidak akan ada kalau Palestina merdeka. Jadi, tidak ada relevansinya lagi mengakui adanya negara Israel. Tentu saja, bukan ini yang diinginkan Prabowo,” tambahnya.
Ia melanjutkan bahwa akar masalah Palestina adalah adanya pendudukan sebagian wilayah Palestina oleh entitas penjajah Zionis Yahudi. Jadi jika seluruh wilayah Palestina yang merdeka, maka Israel harus pergi dari tanah Palestina yang mereka rampok. “Jika tidak, maka sama saja dengan menyerahkan tanah ke penjajah,” jelasnya.
“Artinya, kalau hanya Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur saja. Sedangkan sisanya untuk Israel, itu sama saja dengan menyetujui sebagian besar wilayah Palestina diduduki oleh entitas penjajah Zionis Yahudi,” imbuhnya.
“Nah, ini yang diinginkan Prabowo. Keinginannya sangat sejalan dengan solusi yang ditawarkan negara kafir penjajah Amerika Serikat dan sekutunya,” tandasnya.[] Ajira
Views: 42
















