Palestina Merana Tanpa Khilafah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dunia saat ini sedang menyaksikan terjadinya “nakba kedua” akibat blokade kemanusiaan, kebijakan pendudukan, dan eskalasi kekerasan yang dilakukan Israel. Itulah peringatan dari Komite Khusus PBB. (metrotvnews.com,10/05/2025)

Nakba adalah sebuah istilah yang artinya “malapetaka’, yaitu sebuah peristiwa pengusir an sekitar 750.000 yang terjadi pada tahun1948 dalam rangka pembentukan negara Israel dengan cara mengusir warga Palestina. Komite tersebut mengatai bahwa selama rakyat berada di bawah pendudukan Israel yang memperluas tanah rampasan, penderitaan pun terus dirasakan. Bisa jadi, apa yang kita saksikan adalah nakba lainya

Genosida terus dilakukan secara brutal dan tidak berperikemanusiaan. Adapun bantuan bahan makanan dan obat-obatan yang datang terus di tahan dan tidak boleh masuk ke wilayah gaza. Kelaparan pun semakin parah sehingga menambah penderitaan muslim Gaza. Parahnya lagi, blokade itu berlangsung selama lebih dari dua bulan lamanya. Sungguh, itu merupakan strategi yang sangat licik dan keji. Kondisi tersebut sudah berlangsung sangat lama sejak Israel melakukan agresi.

Kaum muslimin sebenarnya tidak semua diam. Mereka memberi dukungan dan aksi untuk membela Palestina. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat juga nampak walaupun hanya sebatas melakukan boikot produk, memberi bantuan obat-obatan dan makanan.

Bantuan berdatangan, tetapi sayangnya tidak semua bisa masuk ke Gaza. Israel terus berusaha menghancurkan dan tidak memberi jalan masuk dari berbagai bantuan yang datang. Israel sengaja membuat kondisi Gaza kelaparan, bahkan sampai meninggal karenanya.

Sungguh ironis memang, kaum muslimin mayoritas, tetapi tetap tidak mempunyai arti apa-apa bagi kondisi Gaza. Lebih parahnya, penguasa negeri muslim hanya sekadar mengecam tanpa ada bukti atau gerakan nyata untuk mengirimkan pasukan militer guna mengusir penjajah Israel laknatullah. Walaupun banyak seruan jihad menggema di seluruh dunia, penguasa tetap tidak bergeming. Mereka telah terkungkung oleh sistem yang berkuasa hari ini.

Ide nasionalisme yang telah mengakar itulah yang membuat penguasa buta dan tuli. Mereka tidak menganggap bahwa penderitaan warga Gaza adalah penderitaan kaum muslimin seluruh dunia. Penguasa negeri muslim menganggap bahwa persoalan Gaza merupakan persoalan negeri mereka, sehingga tidak perlu ikut campur.

Negara terkungkung sekat nasionalisme sehingga tidak benar-benar peduli dengan nasib Gaza. Itulah yang membuat isreal bebas menduduki serta menjajah Palestina hingga sekarang. Selain itu, tidak adanya pelindung, yaitu sebuah negara Khilafah yang menerapkan syariat Islam secara kaffah memperparah kondisi tersebut. Kaum muslimin bagaikan anak ayam kehilangan induk, tidak ada yang mengurus, menjaga, dan melindungi dari serangan dan penjajahan.

Untuk menghentikan kondisi yang dialami warga Palestina, perlu adanya kekuatan besar, yaitu sebuah negara adidaya, yaitu negara Khilafah. Khilafah adalah sistem pemerintahan yang menerapkan syariat Islam secara kaffah untuk mengatur kehidupan. Dengan landasan akidah Islam, khilafah akan berada di garda terdepan dalam _meri’ayah_ (mengurusi) dan melindungi rakyat. Sedikit saja ada pelanggaran, maka akan dikenakan sanksi sesuai syariat Islam. Seperti halnya dulu, ketika ada seorang muslimah yang dilecehkan, maka Khalifah Mu’tasim Billah langsung bertindak untuk melindunginya. Namun, kini palestina berjuang sendiri tanpa ada pembelaan.

Oleh karena itu, penting untuk menyadarkan umat bahwa Islam mempunyai solusi hakiki, yaitu tegaknya institusi negara Khilafah. Umat harus sadar, betapa pentingnya perjuangan yang mengarah pada persatuan kaum muslimin agar bisa menyelamatkan Gaza. Umat harus mau berjuang untuk menegakkan kembali Khilafah yang dulu pernah ada, serta bersikap berani dan Istikamah membela kebenaran dalam wadah partai ideologis_sebuah kelompok yang berjuang bersama-sama demi tegaknya  syariat Islam dalam naungan Khilafah islamiyah. Wallahu a’lam bishawab.

 

Oleh: Dartem

Sahabat Tinta Media

Views: 34

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA