Fantasi Sedarah, Bukti Gagalnya Sistem Kapitalisme

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dilansir dari bisnisupdate.com (16/05/2025), Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan langkah-langkah tegas terhadap sejumlah grup Facebook yang menyebarkan konten pornografi bertema incest, yang keberadaannya telah memicu kemarahan di kalangan masyarakat. Salah satu grup yang dikenal dengan nama Fantasi Sedarah, memiliki ribuan anggota yang saling berbagi fantasi dan pengalaman inses yang menyimpang.

Sementara itu, Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pemantauan Ruang Digital Kementerian menyatakan bahwa tindakan pemblokiran terhadap grup media sosial yang mendukung konten pornografi inses bertujuan untuk melindungi anak-anak dari konten digital yang dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan mental dan emosional mereka.

Hubungan sedarah atau yang dikenal dengan istilah inses merujuk pada aktivitas seksual antara dua orang yang memiliki hubungan darah, seperti antara orang tua dan anak, saudara kandung, atau antara paman dan keponakan. Selain dianggap tidak pantas secara etika dan norma masyarakat, perilaku ini pun melanggar syariat Islam dan dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan, terutama pada anak yang dilahirkan dari hubungan tersebut.

Sangat mengkhawatirkan, fenomena inses banyak terjadi di kalangan masyarakat kita. Hal ini sangat bertentangan dengan anggapan bahwa Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan religius. Oleh karena itu, seharusnya ajaran agama tidak hanya dipandang sebagai serangkaian ibadah saja, tetapi juga bagaimana aturan-aturan Allah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Situasi yang menyedihkan ini mencerminkan adanya penolakan terhadap prinsip agama dan norma-norma masyarakat. Ini membuktikan bahwa masyarakat hidup tanpa batasan dan aturan, tidak mempedulikan dosa besar menimpanya, hanya demi kepuasan pribadi. Mereka berani berbuat seperti binatang, walaupun keluarga menjadi korban.

Kasus yang sama juga terjadi, antara seorang ayah dan anaknya di Purwokerto, Jawa Tengah. Kejadian ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun, sejak tahun 2013, dan telah menghasilkan tujuh bayi. Lebih tragis lagi, ketujuh bayi tersebut dikuburkan dalam kondisi masih hidup oleh si pelaku. (nu.or.id, 03/07/2023)

Sungguh miris dan menjijikkan, struktur keluarga telah hancur. Kejadian inses yang terjadi secara terus-menerus disebabkan oleh ketidakmauan korban untuk segera melaporkan hal tersebut dengan berbagai alasan. Akibatnya, dampak psikologis, sosial, dan fisik yang dialami oleh korban makin parah.

Ini adalah akibat penerapan sistem sekuler kapitalisme yang memisahkan urusan kehidupan dengan agama. Tanpa agama, yang mendominasi adalah hasrat dan pikiran manusia yang lemah dan menyesatkan, yang dapat menghancurkan. Bahkan, sistem kapitalisme dengan liberalismenya merusak pondasi kemuliaan manusia.

Dalam hal ini, negara tidak serius mengusut tuntas konten pornografi yang bergentayangan di dunia maya, sehingga dapat dikonsumsi oleh semua usia. Belum lagi  hukuman bagi para pelaku tidak membuat efek jera, terbukti kasus ini terus bertambah.

Dalam lingkup keluarga, ibu sibuk bekerja mencari nafkah, sedangkan bapak menjaga anak-anak di rumah. Tidak ada pengetahuan tentang batasan aurat antara lelaki dengan perempuan. Ini menjadi celah terjadinya perzinaan. Sementara, negara mengabaikan tanggung jawab dalam merawat aspek kehidupan keluarga.

Kejadian ini tidak akan pernah ada jika aturan Islam diterapkan. Islam adalah panduan hidup yang benar, yang mengatur setiap urusan manusia dan menjadikan masyarakat sebagai pelaksana hukum syariah. Islam mengharuskan negara untuk memperhatikan rakyat dalam semua hal, termasuk melindungi keutuhan keluarga dan norma-norma dalam sistem sosial, sesuai dengan ajaran Islam.

Islam menganggap inses sebagai hal yang haram dan harus dihindari. Negara harus mengambil berbagai langkah pencegahan, seperti membangun kekuatan iman dan takwa kepada individu dan keluarga, serta menutup segala kemungkinan terjadinya keburukan ini. Prinsip amar ma’ruf nahi munkar berfungsi sebagai upaya kedua dalam menjaga kemuliaan manusia.

Allah Swt. mengungkapkan dalam surat An-Nisa ayat 23, yang artinya,

“Engkau dilarang menikahi ibu-ibu, anak-anak, dan saudara-saudara ….”

Nabi Muhammad saw. bersabda, “Jika seseorang melakukan zina dengan perempuan yang termasuk mahramnya, maka bunuhlah dia.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim)

Zina dalam Islam hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Sistem hukuman yang jelas akan memberikan efek jera pada orang lain dan menjadi penebus bagi pelaku, sehingga kesucian keluarga dapat terjaga jika sistem Islam diterapkan.

Bagi pelaku yang belum memiliki ikatan pernikahan, mereka akan diberikan hukuman cambuk dan diasingkan, sedangkan bagi yang sudah menikah, hukuman yang diterapkan adalah rajam sampai mati. Dengan hukuman ini, masyarakat tidak akan berani melakukan hal yang sama. Selain itu, kebijakan media juga akan melarang dan menghapuskan benih-benih perilaku buruk agar umat terhindar dari pelanggaran hukum syariah.

Islam mengajarkan tentang sifat dasar manusia yang cenderung ke arah kebajikan, serta menghindari segala sesuatu yang buruk dan merugikan kehidupan sosial. Fantasi tentang hubungan sedarah telah melawan prinsip sehat (islami), meskipun hanya ada dalam pikiran karena bisa menjadi awal menuju tindakan nyata yang terlarang dan melanggar hukum.

Fantasi inses bisa merusak kesehatan mental seseorang, mengganggu hubungan dalam keluarga, dan merusak kehidupan sosial yang sesuai dengan ajaran Islam. Selain merusak pemahaman tentang hubungan mahram, fantasi ini juga bertentangan dengan nilai-nilai mulia dalam keluarga menurut Islam, yang didasari pada rasa cinta, hormat, dan perlindungan di antara anggota keluarga. Sudah saatnya sistem Islam diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar tercipta kebahagiaan dunia dan akhirat. Wallahu a’lam bish shawab.

 

Oleh: Azizah
Sahabat Tinta Media

Views: 35

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA