Membangun Pendidikan Berakhlak dari Spirit Isra Mikraj

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke Garut menitipkan harapan besar agar masa depan pendidikan mampu melahirkan generasi yang serba bisa, berpengetahuan luas, dan berakhlak mulia. Namun, harapan tersebut dinilai kontraproduktif dengan realitas sistem pendidikan yang masih berlandaskan sekularisme.

 

Di sisi lain, bulan Rajab dan peristiwa Isra Mikraj diperingati umat Islam secara istimewa setiap tahunnya. Sayangnya, makna Isra Mikraj kerap dipahami secara terbatas, sekadar sebagai perjalanan Rasulullah saw. dan turunnya perintah salat sebagai ibadah ritual semata. Padahal, Isra Mikraj menyimpan pesan yang jauh lebih mendalam, bukan hanya bersifat spiritual, tetapi juga mengandung makna ideologis dan peradaban.

 

Perintah salat dalam peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar kewajiban individual, melainkan simbol ketaatan total kepada hukum Allah. Dalam konteks kepemimpinan dan kehidupan bermasyarakat, menegakkan salat juga dimaknai sebagai menegakkan hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Dari sinilah tampak bahwa Isra Mikraj memiliki keterkaitan erat dengan arah pengaturan kehidupan, termasuk dalam sistem pendidikan.

 

Pendidikan berakhlak tidak akan lahir dari sistem yang menafikan peran agama. Spirit Isra Mikraj justru mengajarkan bahwa kemuliaan manusia dan peradaban hanya dapat dibangun dengan menjadikan wahyu sebagai pedoman utama. Oleh karena itu, refleksi Isra Mikraj semestinya mendorong evaluasi mendasar terhadap arah pendidikan hari ini agar benar-benar mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

 

Rajab dan Isra Mikraj seharusnya menjadi momentum untuk membumikan hukum Allah dengan menolak sistem sekuler kapitalisme dan mengupayakan penerapan syariat Islam secara kafah. Palestina, sebagai wilayah penting dalam peristiwa Isra Mikraj, hingga kini masih berada dalam penjajahan. Sementara itu, negeri-negeri muslim terus terpecah, dan umat Islam mengalami penindasan di berbagai penjuru dunia.

 

Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan persatuan umat untuk mengembalikan kekuatan Islam dalam membela kaum tertindas dan memperjuangkan keadilan global. Selain menjadikan momentum Rajab untuk memperingati Isra Mikraj, momentum ini hendaknya dijadikan sebagai perjuangan untuk mengembalikan penerapan hukum Allah secara total. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Wina Audina,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 33

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA