Tinta Media – Da’i Ustadz Fatih Karim (UFK) menilai proses menjauhkan Islam dari benak kaum Muslimin saat ini berlangsung sangat gencar. Hal itu disampaikannya dalam live diskusi spesial Road to Qudwah Maulid Nabi SAW bertajuk “Memaknai Cinta Nabi di Masa Kini”, Ahad (23/8/2026), di kanal YouTube UIY Official.
“Sebenarnya yang terjadi adalah proses menjauhkan Islam dengan kaum Muslimin, itu gencar banget,” nilainya.
UFK mengatakan, kondisi tersebut sangat ia rasakan ketika berinteraksi di tengah kehidupan kaum Muslimin. Salah satunya, ia mencontohkan pengalamannya saat mengisi kegiatan di sebuah sekolah tingkat SMA dan kampus.
“Bahkan, pernah saya ngisi di sebuah SMA, dan juga di kampus. Saya tanya, sebutkan nggak usah banyak ya.., tujuh sahabat Nabi yang terdekat gitu!” ucapnya.
Menurut UFK, karena nama para sahabat Nabi SAW umumnya menggunakan bahasa Arab, terdapat anak muda yang keliru menyebut nama sahabat.
“Jadi, saya bingung gitu ya..! Ini Abu Bakar Ba’asyir itu Abu Bakar Shiddiq maksudnya? atau Abu Bakar Ba’asyir? Jadi, sampe segitunya anak-anak muda hari ini,” mirisnya.
Ia kemudian mengutip pandangan Sayyid Qutub mengenai keterpisahan antara Islam dan kaum Muslimin.
“Jadi, kata Sayyid Qutub rahimahullah, Al islaamu syaiun wal muslimuuna syaiun akhar. Jadi, Muslim satu sisi, dan Islam disisi yang lain, dipisahkan,” kutipnya menyimpulkan.
UFK mengatakan, upaya mendekatkan kembali Islam dengan kaum Muslimin perlu dilakukan agar ajaran Islam tertanam secara utuh dalam benak umat.
“Nah, sekarang kami, kita semua yang hadir hari ini, sedang berusaha mendekatkan Islam dan kaum Muslimin ini. Agar Islam itu terinstal dalam benak umat Islam ini, terinstal sempurna,” tegasnya.
Apabila Islam Terinstal Sempurna?
UFK pun berpandangan, apabila Islam telah tertanam secara sempurna, maka kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW akan mendorong kebangkitan yang luar biasa.
“Ya ledakan kebangkitan ini, yang sekarang kita perjuangkan, agar kemudian anak-anak kaum Muslimin ini bangga sama nabi-Nya, tokoh favorit itu nabi-Nya,” jelasnya.
Ia mengatakan, kecintaan tersebut juga dapat mendorong umat untuk memiliki kerinduan bertemu langsung dengan Nabi Muhammad SAW dan meminum air dari telaganya.
Menurutnya, upaya tersebut perlu didukung dengan memaksimalkan pemanfaatan dakwah Islam melalui media digital untuk menjelaskan dan memaparkan keagungan Nabi Muhammad SAW kepada generasi muda.
“Nah, itu kan bagaimana bisa merangsang anak muda seperti itu, kalau kemudian dakwah-dakwah digital kita ini, tidak kita maksimalkan untuk menjelaskan, memaparkan keagungan sang Nabi?” tandasnya.[] Nandang Fathurrohman
![]()
Views: 2
















