Tinta Media – Vier Agi Leventa dari Mataram Liberation Institute (MLI) menegaskan bahwa dalam pandangan Islam pemikiran sosialisme-komunisme jelas berbahaya.
“Ketika kita melihat dari sudut pandang Islam pemikiran kiri ini (sosialis-komunis) jelas berbahaya,” ujarnya dalam Kabar Petang: Jangan Belok Kiri! Selasa (16/12/2025) di kanal YouTube Khilafah News.
Yang paling utama, ungkap Vier adalah bahaya dari fondasi akidahnya, atau fondasi filosofis materialismenya yang menafikan keberadaan eksistensi di luar dunia materi.
“Nah, itu sudah menjadi bisa dibilang dogma, sangat mendasar dari sosialisme atau komunisme,” tegasnya.
Dengan pemikiran itu, menurutnya, tanpa sadar akan membentuk pemahaman seseorang ketika menjalankan setiap ibadah hanya sebagai pemenuhan perasaan (naluri) saja.
“Subjektivitas kita aja, kita tenang dan tidak ada masalah,” kata Vier.
Tapi kemudian, sambung Vier, dalam kehidupan bidang politik, sosial, dan ekonomi, akan muncul ungkapan fasik yang beranggapan atau berpendapat tidak boleh membawa-bawa wahyu.
“Mengembalikan persoalan kehidupan hanya pada analisis-analisis struktural materialis bahwa ini harus diselesaikan berdasarkan pemahaman terhadap fakta. Bukan kemudian merujuk malah ke wahyu,” imbuhnya.
Ia menilai hal itu tanpa sadar akan menjauhkan umat dari kenyataan bahwa syariat Islam itu hadir di semua spektrum (jangkauan luas) kehidupan.
“Tidak hanya dalam urusan ritual dan ibadah, tapi dalam semua kategori-kategori kehidupan kita,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebagaimana diberitakan RMOL.ID, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun @KerenCadasChannel, Selasa (4/11/2025), Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta Ustadz Jazir ASP menuding bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan sistem sosialisme dalam memimpin Indonesia. Hal ini terlihat dari pidato-pidato dan kebijakan politiknya.[] Muhar
![]()
Views: 54
















