Sekjen PBB Akui Tak Berdaya Hentikan Genosida di Palestina, Pamong Institute: Ini Lempar Handuk

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Menanggapi pernyataan Sekjen PBB Antonio Guteres bahwa PBB
tak berdaya hentikan genosida di Palestina, Direktur Pamong Institute Wahyudi
El-Maroky menyatakan bahwa ini lempar handuk.

“Saya pikir ini sudah, bahasanya lempar handuk,”
tuturnya dalam Bincang Bersama Sahabat Wahyu : PBB Menyerah Hanya Khilafah yang
Bebaskan Palestina, Selasa (2/4/2024) di kanal YouTube Bincang Bersama Sahabat
Wahyu.

Menurutnya, tugas PBB itu untuk menjamin keamanan di dunia,
perdamaian di dunia. “Tugas dia, kalau ada peperangan, memfasilitasi dan
mencegah terjadinya perang,” ujarnya.

Ia memandang, dibentuknya PBB yang berasal dari LBB (Liga
Bangsa-Bangsa), kemudian menjadi PBB ini, tujuan utamanya adalah untuk supaya
tidak terjadi perang dunia ketiga, setelah perang dunia kesatu dan kedua
terjadi dan banyak korban.

“Saya pikir, PBB sudah lempar handuk (menyerah). Dia
(Antonio Guteres) mengatakan bahwa untuk menghentikan genosida di Palestina itu
tidak mampu lagi ditangani dan diserahkan kepada orang-orang yang berkuasa.

Menurutnya, ini membuka mata dunia bahwa fungsi PBB mandul,
tak bisa diharapkan. “Mungkin PBB juga bagian dari konspirasi dunia untuk
memusuhi umat Islam,” ucapnya.

Faktanya, Roky melanjutkan, ketika terjadi kezaliman
terhadap umat Islam, PBB tidak bisa berfungsi. “Tapi coba kalau ada
negara-negara muslim yang melakukan pelanggaran, dia (PBB), lebih efektif untuk
menekan. Nah, ini menurut saya, persoalannya di situ,” tandasnya

Kedua, lanjutnya, kalau berharap kepada penguasa-penguasa
dunia (seperti dikatakan Sekjen PBB), bergantung pada penguasa-penguasa dunia,
dunia hari ini menggantungkan harapan perdamaian itu pada negara-negara
adidaya, dalam hal ini Amerika.

“Negara yang mengaku punya Hak Asasi Manusia, paling
toleran, negara demokrasi, bahkan punya hak veto. Ini menunjukkan bahwa Amerika
juga dalam posisi anti Islam dan memusuhi Islam,” tegasnya.

Dia (Amerika) hanya marah kepada pihak-pihak yang tidak
memusuhi Islam, kalau ada negara yang memusuhi Islam dia anggap itu tidak
apa-apa.

“Pembantaian di Gaza, umat Islam dibantai, dia
(Amerika) anggap tidak apa-apa. Ada satu warga negara dia misalkan tergores
ataupun dibunuh, maka dia mengatakan yang membunuhnya adalah teroris,”
bebernya.

Ini menunjukkan bahwa memang ketidakadilan itu tampak ketika
yang berkuasa adalah negara sekuler. Dalam hal ini, Amerika yang menjadi negara
adidaya.

“Kedua, ideologinya adalah ideologi kapitalis, yang
sangat sekuler, dan tentu sangat rasis, sangat greedy (rakus), sangat culas,
dan sangat rusak,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka

Loading

Views: 11

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA