Berbagai Bencana Menerjang, Penanganan Lamban dan Insidental

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Berbagai bencana terus terjadi belakangan ini—longsor, banjir, hingga puting beliung—dan telah menimbulkan banyak korban. Mongabay.co.id melaporkan terjadinya tanah longsor di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Cilacap dan Banjarnegara. Di Cilacap, longsor terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, pada Kamis (13/11/2025). Setelah dilakukan evakuasi oleh Tim SAR Gabungan, ditemukan tujuh korban tewas akibat tertimbun material longsor.

Daryana (52), warga Desa Cibeunying, Majenang, sangat berduka karena kehilangan istri, anak, serta tiga ponakannya. Sebelumnya, ia melihat retakan tanah melingkar selebar sekitar satu meter. Ia hanya sempat mengingatkan keluarga, namun tidak sempat memberitahu warga lainnya. Pada malam harinya, longsor terjadi dan ia terseret lumpur hingga sebatas leher.

Dwikorita Karnawati, Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan UGM, mengingatkan agar warga Cilacap meningkatkan kewaspadaan karena potensi longsor mencapai puncaknya pada musim hujan. Sering kali manusia menyalahkan hujan saat bencana banjir atau longsor datang, seolah menolak ketetapan Allah Sang Pencipta. Padahal Allah Swt. berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 41:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).“

Manusia wajib mengimani hal ini. Menganggap hujan sebagai penyebab utama bencana adalah keliru, sebab hujan adalah rahmat dan keberkahan. Hujan merupakan karunia Allah untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup. Jika hujan turun dengan volume besar hingga menyebabkan bencana, itu adalah bentuk peringatan Allah agar manusia kembali menyadari kesalahannya.

Bencana alam terjadi tidak lain karena tata ruang dan pengelolaan lingkungan yang keliru. Negara wajib berupaya optimal meminimalkan dampak bencana, termasuk melakukan mitigasi sejak sebelum bencana terjadi. Negara juga harus hadir membimbing masyarakat memahami tanda-tanda potensi longsor atau banjir. Pascabencana, negara wajib memprioritaskan bantuan hingga para korban kembali merasa aman dan nyaman.

Hanya aturan Islam yang mampu memberikan solusi tuntas atas segala persoalan. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Ica,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 48

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA