Tinta Media – Entah apa yang ada di dalam pikirannya hingga sangat berani mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan betapa tidak ada rasa kemanusiaan bom nuklir untuk Palestina. Bahkan, pernyataan itu tak pantas diucapkan oleh manusia. Hal itu menjadi sorotan dan mendapatkan kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah para pejuang di negeri Palestina yang
tak pernah lelah di garda terdepan.
Hamas mengecam keras pernyataan anggota Kongres AS Randy Fine yang menyerukan penggunaan bom nuklir di Jalur Gaza. Kelompok perlawanan Palestina tersebut menyebut pernyataan itu merupakan
“hasutan” untuk melakukan genosida terhadap rakyat Palestina.
Hamas menyatakan bahwa seruan ekstremis ini merupakan kejahatan besar dan memperlihatkan mentalitas fasis rasis yang menguasai
Pikiran politisi Amerika. (AntaraNews.com, Jumat, 24/05/2025)
AS menjatuhkan bom atom di Jepang saat perang dunia II, yaitu Nagasaki dan Hiroshima. Bom tersebut menewaskan sekitar 215.000 orang
Dalam beberapa bulan pertama setelahnya.
Genosida Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 52.822 warga Palestina dan melukai 122.382 lainnya sejak
Dimulai pada 7 Oktober 2023. Itu menurut angka terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Gaza. (Tempo.co, 24)05/2025)
Pernyataan anggota Kongres AS Randy Fine yang menyerukan untuk menggunakan bom nuklir di jalur Gaza merupakan sebuah pernyataan yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan agama. Pernyataan tersebut tidak seharusnya diucapkan oleh seorang anggota kongres karena menunjukkan kebencian yang luar biasa, seolah membenarkan genosida yang terjadi selama ini
Di Gaza, bahkan tanpa pikir panjang apa efeknya.
Pernyataan itu menjadi sebuah bukti nyata bahwa umat Islam mendapatkan penghinaan luar biasa. Mirisnya, para pemimpin negeri muslim tak terdorong untuk menunjukkan pembelaan atas agamanya. Bahkan, mereka mengabaikan karena nasionalisme yang telah mendarah daging. Mereka semakin kuat pengkhianatannya di dunia, demi sebuah eksistensi di mata negara adikuasa.
Gambaran kerusakan dan kekejaman di Gaza menunjukkan buruknya sistem hidup hari ini yang tak memuliakan manusia sebagai makhluk terbaik ciptaan Allah. Sistem ini sangat rusak hingga membuat orang tak lagi
Bermoral, dengan membunuh para bayi, orang tua, paramedis, dan press, menunjukkan bahwa mereka tidak pantas untuk menjadi seorang pemimpin, apalagi berlindung di balik jaket PBB dll. Mereka menjunjung tinggi HAM, tetapi tak bisa berbuat apa pun dengan kondisi Gaza hari ini.
“Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya, rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Akan tetapi, kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.” (QS. Al-Ma’idah 5: 32)
Hilangnya dunia lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987,
Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).
Jika saja mereka mengingat akan hadis ini, mereka pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjaga nyawa manusia yang begitu sangat berharga. Bahkan, Islam memiliki aturan perang yang sangat luar biasa indah. Tak pernah dimungkiri kemuliaan Islam dalam
Melakukan peperangan.
Umat Islam harus berjuang untuk menegakkan syariat Islam yang kaffah di muka bumi ini. Perjuangan tersebut harus dengan upaya yang besar untuk bergerak bersama. Inilah yang sedang kita perjuangkan di tengah umat untuk membentuk sebuah opini Islam yang
Benar, sehingga umat akan sadar dan mencampakkan sistem yang batil ini, kemudian beralih pada sistem Islam yang benar berdasarkan Al-Qur’an dan as-sunnah.
Umat hari ini membutuhkan adanya kepemimpinan jamaah dakwah yang tulus dan berpegang pada metode dakwah ala Rasulullah saw. Umat harus menyambut seruan jamaah dakwah ini, untuk mewujudkan kemuliaan Islam. Memang, tugas mulia ini tidak mampu dilakukan oleh banyak
Orang, karena sejatinya, hanya mereka yang sadar akan pentingnya sebuah jamaah dakwahlah yang akan berjuang dengan sungguh-sungguh.
Kemuliaan ini hanya akan terwujud dengan Islam. Tidak akan tegak Islam kecuali diterapkan secara kaffah oleh Khilafah rasyidah. Bukankah kita sudah sering mendengar sebuah peradaban yang luar biasa dari Islam dengan kejayaannya di masa lalu? Bukan tak mungkin jika hal itu akan terulang.
Apalagi, janji tersebut merupakan bisyarah (kabar gembira) dari Rasulullah. Seolah, di antara kegelapan dunia ini, ada satu cahaya yang sangat kita nantikan kembali, yaitu cahaya Islam yang akan menerangi seluruh dunia dengan rahmatan lil a’lamin. Kerinduan yang membuncah itu harus dimulai dari memenangkan Palestina dan mengembalikan Islam
Pada tempatnya. Wallahu’alam.
Oleh: Zhiya Kelana, S.Kom.
Aktivis Muslimah Aceh
Views: 37
















