Hantaman PHK Tak Terbendung, ke Mana Rakyat Harus Berlindung?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kegelapan yang terjadi di negeri ini dialami dalam semua lini, begitu pula yang dialami sebuah perusahaan tekstil terbesar di Asia tenggara harus menelan pil pahit atas kepailitannya. Kurator dari Pengadilan Niaga memutuskan untuk melakukan pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) PT Sri Rejeki Ismani TBK. di Sukoharjo Jawa Tengah sebanyak 8.400 orang. Wakil Menteri Ketenagakerjaan mengklaim sudah berupaya semaksimal mungkin agar jangan sampai terjadi PHK, namun kurator yang ditunjuk Pengadilan Niaga memilih opsi PHK. Perusahaan resmi ditutup mulai tanggal 1 Maret 2025 (Cnbcindonesia.com, 02-03-2025).

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Muski Indonesia yang merupakan badan otonom Nahdatul Ulama Irham Saefudin, menilai kejadian yang terjadi pada Sritex merupakan tragedi ketenagakerjaan. Dia meminta pemerintah untuk memberikan penjelasan yang komprehensif terhadap masyarakat terutama buruh Sritex, karena sebelumnya pemerintah berkomitmen melakukan langkah penyelesaian ( Okezone.com, 02-03-2025 ).

Realita yang terjadi yang harus diterima secara berulang akan tetap seperti itu, selama negeri ini masih bertumpu pada kapitalisme, selama itu pula tidak akan mengalami perubahan yang signifikan menuju rakyat yang sejahtera.

PT Sritex merupakan perusahaan terbesar di Asia tenggara, yang dianggap tidak akan goyah menghadapi imbasnya terjangan PHK. Tetapi kenyataan pahit harus diterima sehingga PHK massal tak terelakan lagi setali tiga uang dengan perusahaan lainnya. PHK ini merupakan dampak sosial dari kebijakan pemerintah, yang memberikan jalan mulus terhadap produk Cina masuk ke Indonesia dengan berlindung pada UU Cipta Kerja.
Ketika negara kita menerapkan sistem kapitalisme dengan prinsip liberal ekonominya yang menyebabkan lapangan pekerjaan dikuasai oleh Industri dan ketundukan totalitas pada korporasi, Negara hanya berperan utama sebagai regulator kebijakan untuk memenuhi kepentingan oligarki.

Dalam situasi sulit saat ini, jalan keluarnya hanya satu mengambil alternatif yang jitu yaitu sistem Islam. Islam memiliki seperangkat aturan yang paripurna dan menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Dengan sistem ekonomi Islam yang akan menjamin kondusifitas untuk pengusaha dan perusahaan yang akan menjadikan negara kokoh, kuat, mandiri, dan berdaulat.

Negara juga berkewajiban memberikan modal bisnis, sehingga tidak ada seorang lelaki yang sudah baligh yang kesulitan untuk mencari pekerjaan. Mekanisme yang dijalankan penguasa memudahkan semua urusan rakyatnya. Tentu saja mekanisme akan dijalankan oleh penguasa yang menjalan sistem kepemimpinan Islam.

Wallahu a’lam bishawab.

.
Oleh : Farida Zahri
Muslimah Peduli Generasi

Loading

Views: 81

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA