Indonesia Terang Hanya dengan Khilafah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Protes “Indonesia Gelap” adalah bentuk demonstrasi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, terutama mahasiswa dan aktivis, terhadap kebijakan pemotongan anggaran yang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo. Pemotongan ini dianggap merugikan masyarakat karena berimbas pada sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Aksi tersebut dinamakan “Indonesia Gelap” karena dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang memperburuk kehidupan rakyat. Demonstrasi ini terjadi di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Ribuan massa turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Demonstrasi pertama terjadi pada 17 Februari 2025 di Jakarta. Para demonstran menuntut kejelasan mengenai anggaran negara dan meminta pemerintah membatalkan kebijakan pemotongan tersebut. Namun, aksi ini mendapat respons keras dari aparat keamanan.

Pada 20 Februari 2025, aksi semakin meluas. Bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan pun terjadi di berbagai titik, mengakibatkan sejumlah mahasiswa dan aktivis ditangkap. Beberapa media melaporkan adanya tindakan represif yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam menangani demonstrasi ini.

Dampak Pemangkasan Anggaran

“Indonesia Gelap” yang menyuarakan kekhawatiran soal pemangkasan anggaran juga mendapat sorotan di media sosial. Popularitasnya menyaingi tagar “Kabur Aja Dulu”, menampilkan orang-orang yang berbagi saran tentang cara melarikan diri untuk bekerja dan tinggal di luar negeri.

Herianto, pemimpin mahasiswa di Jakarta, mengatakan bahwa para mahasiswa memprotes pemangkasan anggaran pendidikan setelah Prabowo memerintahkan penghematan lebih dari Rp310 triliun. Dana itu dikatakan akan digunakan untuk membiayai kebijakan-kebijakannya, termasuk progam makan siang gratis di sekolah-sekolah yang akrab disebut program Makan Bergizi Gratis (MBG). (voaindonesia.com, 21/02/2025)

Indonesia sedang mamasuki masa gelap karena banyak kebijakan yang tidak jelas bagi masyarakat. Pemangkasan anggaran, menurut Herianto, dimaksudkan untuk menutup biaya program makan gratis, dan pendidikan adalah salah satu hal yang mungkin terdampak.

Dampak dari pemotongan anggaran juga mulai dirasakan. Banyak universitas mengalami pengurangan dana operasional, menyebabkan kenaikan biaya kuliah dan berkurangnya jumlah beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Rumah sakit pun mengalami penurunan kualitas layanan karena kekurangan anggaran. Hal ini memicu ketidakpuasan yang semakin meluas di tengah masyarakat.

Demokrasi Kapitalis Biang Masalah

Dari sudut pandang ekonomi, kebijakan pemotongan anggaran oleh pemerintahan Prabowo bertujuan untuk mengurangi defisit fiskal. Namun, pemotongan ini menimbulkan dampak negatif yang lebih besar dibanding Islam. Hukum yang diterapkan harus berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga kebijakan yang diambil selalu berorientasi pada hukum Allah. Dengan demikian, sudah saatnya untuk umat dan negeri ini kembali pada aturan Islam secara total agar kegelapan negeri bisa terselesaikan.

 

 

 

Oleh: Yeni Ariesa

(Aktivis Muslimah)

Loading

Views: 6

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA