Tinta Media – Persoalan di negeri ini tak kunjung selesai dan makin susah mendapat kesejahteraan. Hidup pun semakin tidak bisa berharap terlindungi oleh keadilan. Hidup yang aman dan nyaman hanya sekedar harapan. Ironis sekali negeri yang sangat melimpah sumber daya alamnya namun mayoritas rakyatnya ada dalam garis kemiskinan. Demikian pula dengan nasib para guru yang tak kunjung sejahtera.
Presiden Prabowo S pada puncak Hari Guru Nasional (Kamis, 28/11/2024) yang lalu mengumumkan akan menaikkan gaji guru .Satriwan Salis selaku Koordinato Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru mengungkapkan bahwa pada kenyataanya terjadi pandangan yang berbeda untuk memaknainya. Namun presiden Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari langkah konkret pemerintah untuk memastikan guru mendapatkan penghargaan yang layak atas kontribusi mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sistem pendidikan sekularisme telah mengabaikan pemahaman agama dalam kegiatan belajar. Sekulerisme adalah memisahkan antara agama dan pemerintahan. Intinya sistem sekuler menjauhkan agama dari kehidupan. Sangat berbeda dengan pandangan lslam. Islam sangat memuliakan guru. Kedudukan guru sangat tinggi karena guru adalah orang yang berilmu dan rela membagikan ilmunya dengan mengajarkan dan mendidik. Begitulah cara Islam memuliakan pengetahuan dan guru sebagai penyebar ilmunya.
Di antara hadist Nabi Muhamad.SAW. yang mengungkapkan pentingnya pendidikan sebagai adalah: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan jalan menuju surge.” (.HR.Muslim)
Ketika masa khalifah Umar, beliau begitu peduli terhadap kualitas masyarakat. Dia akan memberi sanksi hukuman kepada orang yang,tidak mau menuntut ilmu dan penjara adalah salah satu bagiannya. Para guru akan mendapatkan gaji yang menyejahterkan kehidupannya demi kemajuan generasi umat. Begitulah pentingnya ilmu agar melahirkan generasi yang cerdas dan islami.
Wallahu a’lam bishawab
Oleh: Ica
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 23
















