Tinta Media – Memang sudah menjadi tabiat Israel, selalu ingkar janji. Meskipun gencatan senjata telah disepakati, penyerangan terhadap rakyat Gaza tetap berlangsung. Tentu saja akibat dari penyerangan ini banyak jatuh korban jiwa dan makin banyak kerusakan infrastruktur di Gaza. Bahkan, satu kali serangan yang dilakukan Israel, mampu menewaskan 404 nyawa dan 562 terluka. (Antara.news.18/3/2025)
Serangan yang dilakukan Israel seolah tak ada kata usai. Mereka membombardir Gaza tiada hentinya, baik darat maupun wilayah laut. Gencatan senjata hanyalah sebuah janji kosong yang dilakukan Zionis. Alih-alih buat perjanjian, tetapi mereka pula yang mengingkarinya. Itulah tabiat Zionis, tak pernah bisa amanah.
Apa yang dilakukan Israel ini telah mendapatkan kecaman dari banyak negara, bahkan organisasi internasional perserikatan bangsa-bangsa (PBB). PBB sendiri telah menyerukan agar Israel menghentikan serangannya dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Akan tetapi, segala kecaman tak digubris. Mereka terus membombardir Gaza. Serangan demi serangan terus dilakukan.
Sejatinya, segala permasalahan Palestina tidak cukup dengan hanya kecaman saja. Kalau hanya kecaman, setiap individu pun bisa melakukan. Jadi, mengecam tidak menjadi solusi tuntas dalam menyelesaikan persoalan Palestina. Yang dibutuhkan adalah pengiriman bantuan militer untuk mengusir para penjajah dari bumi Palestina beserta sekutu-sekutunya.
Kecaman dan amarah tidak menjadikan Israel menghentikan serangan terhadap Gaza. Israel menolak hasil kesepakatan yang telah disepakati. Mereka kembali menyerang sehingga banyak korban yang berjatuhan. Keamanan dan ketenangan yang dinginkan rakyat Gaza pun hanyalah menjadi sebuah harapan.
Mereka tak mempedulikan banyaknya korban jiwa dari kalangan anak-anak dan perempuan. Hampir dipastikan, rumah-rumah, sekolah, fasilitas kesehatan makin banyak yang hancur berkeping-keping.
Suasana Ramadan pun tak mengusik hati para Zionis sehingga mengakibatkan banyak warga Palestina terpaksa mengungsi dari rumah-rumah mereka karena serangan Israel tersebut. Belum lagi fasilitas air dan listrik, bahkan kebutuhan obat-obatan yang semakin terbatas. Krisis kemanusiaan ini terus berlangsung dan dunia hanya mampu mengecam.
Seruan penghentian serangan dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata dari berbagai negara sedikit pun tak membuat Israel takut. Mereka justru makin jumawa, apalagi didukung oleh negara-negara sekutu.
Umat Islam seperti tak berdaya, bahkan di negeri kita sendiri pun, kita masih dihadapkan pada persoalan PHK masal, angka pengangguran yang semakin tinggi, dan terbatasnya lapangan kerja. Bahkan, media sosial sangat ramai dengan tagar #kabur aja dulu, menjadi sebuah pembuktian bahwa negara tidak mampu mengurusi rakyat. Dengan persoalan yang ruwet seperti ini, mana mungkin Indonesia mengambil tindakan selain mengecam atas apa yang terjadi di Palestina?
Belum lagi paham nasionalisme yang menjangkiti negeri-negeri muslim, membuat sekat dan terbatasnya mencari solusi atas Palestina, merasa persoalan Palestina bukan menjadi urusannya.
Solusi Tuntas Palestina
Keselamatan penduduk Palestina seharusnya menjadi prioritas umat Islam di seluruh dunia. Akan tetapi, karena tidak adanya persatuan umat Islam, maka persoalan Palestina tidak menemukan solusi.
Islam adalah solusi tuntas permasalahan Palestina. Islam adalah cahaya, petunjuk, dan rahmat bagi umat manusia yang akan menjadi penerang bagi keadilan sejati.
Kondisi Palestina menunjukkan cukup bukti terkait representasi sejati dari iman. Mereka menunjukkan kekuatan iman, kesabaran, ketahanan terhadap para Zionis.
Solusi dari persoalan penjajahan dalam Islam adalah jihad dan khilafah. Haram hukumnya berdamai dengan penjajah. Jangan biarkan mereka bebas menjajah negeri-negeri muslim.
Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 191, yang artinya:
“Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu.”
Dalam ayat tersebut, jihad meri sebuah perintah guna melawan kaum yang menyerang dan merampas wilayah kaum muslimin.
Jihad dan khilafah menjadi solusi tuntas yang hakiki dalam menyelesaikan persoalan Palestina. Khalifah sebagai perisai atau pelindung umat akan mengerahkan pasukan untuk berjihad mengusir para penjajah dari bumi Palestina. Tindakan ini pernah dilakukan oleh Rasulullah sebagai kepala negara dalam mengusir kaum Yahudi untuk keluar dari Madinah. Ini karena mereka telah mengkhianati kaum muslimin. Itulah memang tabiatnya Zionis , selalu ingkar janji.
Untuk itu, tegaknya khilafah adalah sebuah keniscayaan. Hanya dengan khilafahlah umat akan terjaga dan memiliki pelindung. Ketenangan, keamanan dalam menjalani kehidupan akan kita rasakan ketika Islam dijadikan solusi kehidupan. Tidak akan ada lagi penjajahan, penindasan yang penuh dengan darah dan air mata. Umat akan hidup sejahtera dalam naungan khilafah.
Akan tetapi, untuk mewujudkan semua itu, perlu usaha untuk mendakwahkan semua ini kepada umat. Kita membutuhkan kelompok dakwah ideologis yang akan melakukan upaya agar umat tersadarkan akan sebuah solusi tuntas yang hakiki akan persoalan Palestina, yaitu dengan khilafah. Sehingga, umat mau berjuang bersama kelompok dakwah ideologis ini untuk menegakkan Islam kembali di muka bumi ini. Allahu Akbar.
Oleh: Neni Arini
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 11
















