Tinta Media – Konflik antara Palestina dan Israel hingga detik ini masih belum menemukan titik terang. Justru, genosida yang dilakukan Israel terhadap masyarakat Paletina selama 16 bulan terakhir menimbulkan bencana kemanusiaan yang sangat parah. Lebih dari 47.000 warga Palestina tewas, dan mayoritas dari mereka adalah para wanita dan anak-anak.
Sudah banyak solusi yang telah ditawarkan untuk konflik Palestina dan Israel ini. Mulai dari solusi pembagian wilayah, putusan ICJ (Internasional Court Of Justice), pertukaran tahanan, boikot produk, hingga solusi terbaru saat ini adalah berupa gencatan senjata. Yang lagi-lagi semua itu hanyalah solusi semu yang tidak akan mampu mengantarkan palestina kepada kemerdekaan. Karena nyatanya, gencatan senjata itu tidak benar-benar sepenuhnya terlaksana. Sebagaimana yang dikutip dari laman kompas.com (26/01/2025), Israel dan Hamas saling menuduh gagal menepati perjanjian berupa gencatan senjata yang di mulai pada Minggu (19/01/2025). Diberitakan dari BBC, perselisihan ini terjadi pada Sabtu (25/01/2025).
Nyatanya, solusi berupa gencatan senjatan tersebut hanyalah sebatas jeda bagi kedua belah pihak terutama bagi zionis Israel. Karena jeda ini pastinya digunakan oleh mereka untuk mempersiapkan amunisi yang nantinya akan digunakan untuk pembantaian selanjutnya dan yang pastinya akan lebih masif dan terencana. Dilansir dari tirto.id (26/01/2025), Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mencabut larangan pengiriman berupa pasokan 1 ton bom untuk Israel.perubahan kebijakan tersebut telah disampaikan oleh pentagon kepada otoritas Israel sejak Jumat (24/01/2025). Bahkan, disebutkan bahwa 1.800 bom jenis MK- 84 akan dimuat dan dikirim ke Israel dalam beberapa hari mendatang,
Fakta di atas merupakan bukti bahwa,lagi-lagi solusi berupa gencatan senjata tersebut hanyalah sebatas jeda yang juga dapat memungkinkan mampu membuat para pejuang di Gaza Palestina lengah dan dengan kondisi tersebut, mereka akan mudah untuk dikalahkan. Ditambah lagi, adanya pemindahan penduduk Palestina ke negara-negara tetangga seperti Yordania, Mesir, dan negara- negara Arab lainnnya.
Pemindahan penduduk ini dilakukan untuk membersihkan wilayah Palestina, seperti yang diungkapkan oleh presiden baru AS bahwa, kondisi Palestina saat ini benar-benar berantakan. Namun, pemindahan penduduk ini, secara drastis akan bertentangan dengan identitas warga Palestina seutuhnya.
Sangat jelas bahwa, yang menjadi masalah utamanya adalah pendudukan Israel atas wilayah Palestina. Maka, solusinya adalah mengusir para zionis dari tanah Palestina dengan jihad. Mengapa harus jihad? Karena, yang orang-orang Yahudi hanya kenal adalah perang, perang, dan perang. Sudah terbukti, meskipun banyak sekali solusi yang telah diberikan, mereka (Yahudi) masih tetap melakukan pembantaian terhadap masyarakat Palestina. Karena satu-satunya yang mereka inginkan adalah mendapatkan tanah Palestina seutuhnya.
Namun, solusi berupa gencatan senjata ini telah menjadi euforia tersendiri bagi kaum Muslimin. Karena memang secara nyata, gencatan senjata ini memberikan jeda bagi masyarakat Palestina untuk bebas dari kejahatan-kejahatan zionis dan negara pendukung AS. Namun kembali lagi ditegaskan bahwa solusi ini adalah solusi yang tidak solutif dan hanya akan mendatangkan masalah baru yang semakin rumit dan akan semakin sulit untuk diselesaikan. Maka, penting bagi kita untuk menyadarkan masyarakat bahwa, satu-satunya solusi bagi kemerdekaan Palestina adalah dengan jihad fii sabilillah.
Tetapi, jihad itu sendiri hanya bisa dilakukan oleh sebuah institusi politik. Dan seperti yang kita ketahui bahwa, saat ini tidak ada satu pun institusi politik yang tepat dan relevan dengan hukum syara’. Maka, sudah menjadi tugas kita bersama untuk sesegera mungkin mewujudkan kembali adanya sebuah institusi islam bernama khilafah. Karena, hanya khilafah yang mampu diharapkan dapat membebaskan Palestina dari pembantaian Yahudi. Tak hanya itu, khilafah juga yang nantinya akan menjadi perisai yang kuat sebagai pelindung bagi seluruh ummat manusia di muka bumi ini.
Wallahu a’lam
Oleh: Adilah
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 15
















