Tinta Media – Kemiskinan merupakan kondisi seseorang atau sekelompok orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, serta kesehatan. Oleh karena itu, kemiskinan merupakan masalah serius yang dihadapi hampir semua negara, tidak terkecuali Indonesia.
Bank Dunia (World Bank) mengungkapkan, bahwa 60,3% atau sekitar 171,8 juta penduduk Indonesia berada pada garis kemiskinan. Data tersebut berbeda dengan klaim pemerintah. Badan Pusat Statistik menyampaikan bahwa per September 2024 kemiskinan di Indonesia hanya 8,57% atau sekitar 24,06 juta jiwa.
Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar mengatakan bahwa adanya disparitas tersebut terjadi karena perbedaan standar garis kemiskinan yang digunakan oleh Bank Dunia (tirto.id, 02/05/2025). Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila terjadi perbedaan antara data kemiskinan dari BPS dengan Bank Dunia.
Pasalnya, politik ekonomi kapitalisme memandang bahwa untuk mewujudkan kemakmuran negara atau kesejahteraan individu dapat dilakukan dengan menentukan rata-rata penghasilan atau pengeluaran masyarakat secara umum sehingga didapatkan sebuah data statistik untuk mengambil kebijakan. Ini sungguh berbeda dengan sistem Islam.
Di dalam sistem Islam, negara benar-benar mengetahui kondisi riil yang dialami masyarakat, bukan hanya sekadar data. Negara dalam sistem Islam berkewajiban mengatur distribusi kekayaan agar tepat sasaran. Negara harus mengelola harta milik umum, seperti hutan, laut, tambang, dll. dan hasilnya masuk Baitul Mall untuk digunakan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Negara menggunakan dana dari Baitul Maal untuk menyediakan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan keamanan sehingga rakyat tidak terbebani untuk membayar biaya kesehatan, pendidikan, dan keamanan.
Negara Khilafah harus membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi para kepala keluarga sehingga bisa menafkahi keluarganya. Bagi rakyat yang lemah, misalnya lansia, disabilitas, dan sakit parah sehingga tidak bisa bekerja, negara akan memberikan santunan yang dananya berasal dari Baitul Maal.
Selain itu, negara turut serta dalam mengupayakan terciptanya kepedulian sesama muslim. Namun, kondisi tersebut hanya ada di dalam sistem Islam. Melalui mekanisme zakat, infak, dan sedekah, kepedulian sosial di kalangan masyarakat dapat terwujud.
Oleh: Ade Farkah, S.Pd.
Sahabat Tinta Media
Views: 17
















