Tinta Media – Generasi merupakan pembangun peradaban. Jika ingin melihat maju mundurnya suatu peradaban, maka kita bisa melihat bagaimana kondisi generasinya. Maka dari itu, sumber daya manusia begitu penting untuk diperhatikan.
Program MBG (makan bergizi gratis) adalah salah satu program yang diberikan oleh pemerintah untuk para generasi. Program ini bertujuan untuk memperhatikan asupan gizi bagi para pelajar, agar dapat menghasilkan generasi sehat dan berkualitas. Namun, apakah program MBG ini sudah berjalan lancar?
Fakta di lapangan menunjukkan adanya korban keracunan yang diakibatkan karena mengonsumsi MBG. Salah satunya terjadi di kota Bogor. Berdasarkan perkembangan kasus, hingga 9 Mei 2025 jumlah korban keracunan bertambah menjadi 210 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo menyebutkan ada sekitar 210 orang yang keracunan berasal dari 8 sekolah. Selain itu, data di lapangan juga mencatat, sebelumnya ada sekitar 171 pelajar dari mulai TK, SD dan SMP di kota bogor mengalami hal yang sama usai mengonsumsi MBG. (cnnindonesia.com, 11/05/2025
Sungguh miris, harapan untuk memperoleh makanan penuh gizi ternyata menuai korban. Keracunan MBG yang terjadi diakibatkan karena industri kapitalis yang lebih mengutamakan keuntungan daripada keselamatan dan kesehatan masyarakat. Negara berlepas tangan, bahkan mengusulkan asuransi MBG yang makin menunjukkan komersialisasi risiko, bukan solusi preventif.
Negara yang menerapkan kapitalisme gagal menjamin kualitas gizi generasi, karena pasar bebas membiarkan produk-produk berbahaya beredar luas tanpa kontrol yang ketat. Kapitalisme juga gagal dalam menyejahterakan rakyat, terbukti lapangan kerja minim sehingga banyak pengangguran di mana-mana. Hal ini juga sebagai salah satu sebab tidak terpenuhinya gizi generasi di dalam keluarga.
Berbeda halnya dengan Khilafah Islamiyah yang hadir sebagai solusi sistemik, mengatur ekonomi dan kehidupan rakyat berdasarkan syariat Islam yang berorientasi pada kemaslahatan.
Khilafah bertanggung jawab penuh atas keamanan pangan dan gizi masyarakat secara langsung, bukan diserahkan kepada mekanisme pasar atau korporasi. Selain itu, Khilafah juga akan menjamin terbukanya lapangan kerja seluas-luasnya melalui pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan sektor produktif, sehingga pemenuhan gizi pun dapat terpenuhi dalam setiap keluarga.
Hanya dalam naungan Daulah Khilafah kesejahteraan masyarakat dan pemenuhan gizi dapat tercapai, karena negara hadir secara langsung untuk rakyatnya.Wallahu a’lam bishawab.
Oleh: Agustriany Suangga,
Muslimah Peduli Generasi
Views: 23
















