Pemimpin Bertakwa untuk Mewujudkan Generasi Emas

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Untuk mewujudkan generasi emas, tidak cukup hanya dengan Makanan Bergizi Gratis, tetapi harus dimulai dengan pemimpin yang bertakwa. Sebaik apa pun program yang dibuat, jika pemimpin dan pejabatnya tidak amanah, hasilnya tidak akan sesuai harapan. Program MBG memang bagus jika hasilnya sesuai dengan tujuan, yakni meningkatkan gizi anak. Dengan asupan gizi yang cukup, mereka bisa belajar secara maksimal dan berprestasi.

Niat baik saja tidak cukup, tetapi perlu pelaksanaan yang baik. Program unggulan akan bisa berhasil sesuai dengan tujuannya, yakni mewujudkan generasi emas, jika dilaksanakan oleh orang-orang yang amanah. Sebaliknya, sebaik apa pun program, jika dilaksanakan oleh orang yang buruk, akan menghasilkan sesuatu yang jauh dari harapan dan hanya menjadi pemborosan anggaran. Dengan dana Rp335 triliun, negara bisa menjamin pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis, serta memenuhi kebutuhan dasar rakyat yang lain.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan generasi emas diperlukan pemimpin dan pejabat yang bertakwa. Pemimpin yang memiliki sikap taat menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan-Nya, yang didasari oleh rasa takut akan murka-Nya dan harapan akan rahmat-Nya. Bukan pemimpin yang pandai melakukan pencitraan agar terlihat hebat dalam pandangan manusia, tetapi melakukan banyak penyimpangan yang merugikan rakyat.

Pemimpin atau pejabat yang bertakwa akan amanah dalam menjalankan tugasnya untuk melayani rakyat. Mereka akan takut menggunakan uang rakyat untuk diri dan kelompoknya sendiri. Mereka tidak berani melakukan korupsi meskipun kebal dari hukum di dunia. Mereka yakin bahwa hukum di akhirat lebih berat jika berbuat zalim kepada rakyat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka tampakkan maupun sembunyikan. Tidak seorang pun dihukum kecuali sesuai dengan apa yang dilakukannya selama hidup di dunia.

Pemimpin bertakwa akan melahirkan generasi emas yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang mulia. Program MBG yang katanya untuk mewujudkan generasi emas justru jauh dari harapan karena anggaran yang seharusnya digunakan untuk memenuhi gizi anak dijadikan proyek untuk dikorupsi. Tertangkapnya Dadan Hindayana, Ketua BGN, adalah bukti nyata bahwa terjadi kebocoran anggaran yang seharusnya digunakan untuk pemenuhan gizi anak, tetapi masuk ke kantong pribadi para pejabat yang menjalankan program MBG.

Akibatnya, makanan yang diberikan tidak memenuhi standar gizi yang dibutuhkan anak agar bisa berpikir maksimal saat belajar. Bahkan, masih banyak yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG. Sebaik apa pun program, tidak akan berhasil jika pelaksananya adalah orang-orang yang tidak amanah. Semua program digunakan sebagai kesempatan untuk memperkaya diri sendiri.

Pemimpin bertakwa juga bisa dijadikan teladan bagi generasi pemimpin masa depan. Sebaliknya, mereka yang tidak bertakwa akan melahirkan generasi yang mengikuti jejak pemimpin sebelumnya yang menjadikan kekuasaan sebagai kesempatan untuk memperkaya diri sendiri. Mereka tidak peduli dengan suara rakyat dan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan. Pencitraan dilakukan hanya untuk mendapatkan simpati dan dukungan. Rakyat didekati dan diberikan janji-janji manis agar mau menjatuhkan pilihan kepada mereka. Namun, saat kekuasaan berada dalam genggaman, mereka tidak peduli terhadap jeritan rakyat. Bahkan, rakyat yang berpikir kritis dibungkam dengan berbagai cara, termasuk dengan membayar para buzzer dan penjilat kekuasaan.

Inilah fakta yang menjadi contoh bagi mereka yang ingin terjun ke dunia politik. Mereka menganggap politik itu kotor, yakni hanya sebagai cara untuk meraih kekuasaan. Padahal, dalam Islam politik adalah sesuatu yang mulia, yaitu cara untuk mengurusi urusan rakyat. Pemimpin yang tidak bertakwa memberi contoh buruk kepada generasi penerusnya sehingga mustahil generasi emas bisa diwujudkan. Untuk itu, kita membutuhkan Islam yang diterapkan secara kaffah guna mewujudkan generasi emas, calon pemimpin masa depan yang bertakwa.[]

Oleh: Mochamad Efendi
Sahabat Tinta Media Sidoarjo

Loading

Views: 22

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA