Perjuangan Palestina: Seruan untuk Persatuan dan Kebangkitan Umat Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kondisi Palestina hingga kini terus menjadi luka yang menganga di hati umat Islam. Perjuangan yang tiada henti melawan penjajahan dan penindasan menggambarkan betapa berat ujian yang sedang dihadapi saudara-saudara kita di sana. Kabar terbaru tentang pembebasan tawanan oleh Hamas tidak serta-merta menjamin berakhirnya konflik di Gaza. Ini menunjukkan bahwa solusi parsial tanpa mengakar pada fondasi yang kokoh tidak akan pernah menciptakan keadilan yang hakiki. Palestina membutuhkan lebih dari sekadar janji dan negosiasi. Mereka membutuhkan pembebasan yang sejati.

Sejarah Singkat Tanah Palestina

Tanah Palestina adalah bumi para nabi, tempat umat Islam, Kristen, dan Yahudi pernah hidup berdampingan di bawah naungan keadilan Islam. Namun, semuanya berubah ketika imperialisme Barat mencengkeram wilayah ini melalui Deklarasi Balfour pada 1917, yang membuka jalan bagi berdirinya negara Israel pada 1948. Penjajahan ini terus berlangsung dengan dukungan kekuatan global, yang semakin memperburuk penderitaan rakyat Palestina.

Di bawah pemerintahan Islam yang memegang prinsip rahmatan lil ‘alamin, tanah ini pernah menjadi simbol persatuan dan kedamaian. Namun, runtuhnya Khilafah Islamiyah pada 1924 menjadi titik balik sejarah, meninggalkan umat Islam tanpa perisai yang melindungi kehormatan mereka.

Pandangan Islam terhadap Kondisi Palestina

Islam mengajarkan bahwa penjajahan dan penindasan adalah musuh yang harus dilawan. Allah berfirman,

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190)

Palestina adalah amanah umat Islam, bukan hanya urusan bangsa Arab semata. Rasulullah ﷺ bersabda,

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ia tidak akan menzaliminya dan tidak akan membiarkannya dalam kehancuran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kabar Palestina hari ini adalah panggilan iman untuk setiap muslim di seluruh penjuru dunia. Persatuan umat adalah kunci untuk mengakhiri tirani yang telah berlangsung selama hampir satu abad. Tanpa persatuan, umat Islam akan terus tercerai-berai, mudah ditindas oleh kekuatan yang tidak menghendaki Islam tegak kembali.

Mendirikan Khilafah: Solusi Fundamental

Solusi parsial tidak akan pernah mampu memutus rantai penderitaan Palestina. Solusi hakiki adalah kembalinya Khilafah Rasyidah yang akan menyatukan umat Islam di bawah satu kepemimpinan. Khilafah bukan hanya sistem politik, tetapi juga perisai yang melindungi kehormatan umat. Rasulullah ﷺ bersabda,

“Sesungguhnya imam (khalifah) itu adalah perisai, yang di belakangnya umat berperang dan berlindung.” (HR. Muslim)

Dengan Khilafah, seluruh kekuatan umat akan disatukan, baik dari sisi militer, ekonomi, maupun diplomasi. Tanpa Khilafah, setiap perjuangan akan berakhir pada meja negosiasi yang hanya menguntungkan penjajah.

Tantangan Zaman dan Seruan untuk Bersatu

Tahun 2025 adalah masa penuh tantangan. Umat Islam dihadapkan pada fitnah, perpecahan, dan upaya sistematis untuk menjauhkan mereka dari Islam. Teknologi dan modernitas sering kali menjadi alat untuk melemahkan semangat ukhuwah Islamiyah. Kita tidak boleh terjebak dalam konflik sektarian atau perbedaan yang tidak prinsipil. Sebaliknya, kita harus bersatu melawan musuh bersama, yaitu penjajahan, sekularisme, dan liberalisme.

Umat Islam harus bangkit dengan tiga langkah utama, yaitu:

Pertama, memperkuat akidah, kembali kepada ajaran Islam yang murni dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.

Kedua, membangun persatuan, yaitu menyadari bahwa kita adalah satu tubuh, seperti yang disabdakan Rasulullah ﷺ:

Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta, kasih sayang, dan kelembutan mereka seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh merasakan sakitnya.” (HR. Muslim)

Ketiga, berjuang untuk tegaknya Khilafah, yaitu menjadikan tegaknya Khilafah sebagai tujuan strategis umat untuk menghadirkan kembali keadilan Islam di dunia.

Keempat, panggilan untuk bertindak. Wahai umat Islam, bangkitlah! Bersatulah di bawah panji Laa Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah. Palestina memanggil kita untuk mengambil bagian dalam perjuangan ini, bukan sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku perubahan. Jangan biarkan sejarah mencatat kita sebagai generasi yang abai terhadap tangisan bumi para nabi! Jadikanlah perjuangan ini sebagai langkah menuju tegaknya Khilafah Rasyidah ‘ala minhajin nubuwwah, yang akan membawa rahmat bagi seluruh alam!

Allah berfirman,
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)

Bangkitlah, wahai umat Muhammad! Persatuan adalah kunci kemenangan kita. Tegakkan Khilafah, dan bebaskan Palestina dari belenggu penjajahan!

 

 

Oleh: Hanifah Nur Rahmah

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 9

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA