Sistem Pendidikan Kapitalis Sekuler Diadopsi, Masa Depan Generasi Terdegradasi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kasus penganiayaan terhadap seorang ibu berinisial SS (64)
oleh anaknya SA (39) di Makassar, Sulawesi Selatan, masih dalam penyelidikan
polisi. SS mengalami luka serius akibat dibacok berkali-kali oleh pelaku dengan
parang. Pelaku diduga melampiaskan amarahnya setelah diminta membersihkan
rumah. (detik.com, 29-9-2024).

Kasus di atas menjadi salah satu contoh kasus penganiayaan
yang dilakukan anak terhadap orang tuanya.

Sekarang ini, tidak dapat dipungkiri semakin banyak orang
tua yang mengeluhkan perilaku buruk anak-anak mereka, yang tidak hanya
menunjukkan ketidakpatuhan, tetapi juga memperlihatkan bentuk kedurhakaan yang
nyata. Fenomena ini kian nyata ketika kita melihat banyak orang tua hidup dalam
nestapa di usia senjanya, terabaikan oleh anak-anak mereka yang lebih
mementingkan kehidupan pribadi dan materialistis. Ini bukan hanya persoalan
moral, tetapi juga masalah sistemik yang diperparah oleh pengaruh sistem kapitalis
sekuler yang mendominasi kehidupan masyarakat.

Hukum Anak Durhaka dalam Islam

Dalam pandangan Islam, kedudukan orang tua sangat tinggi,
dan kewajiban berbakti kepada orang tua termasuk salah satu amalan yang paling
besar pahalanya. Islam menempatkan hubungan antara anak dan orang tua sebagai
hubungan yang penuh penghormatan dan kasih sayang. Al-Qur’an dan Hadis
menegaskan pentingnya memuliakan orang tua, bahkan setelah kewajiban untuk
menyembah Allah, perintah berbakti kepada orang tua selalu disebutkan.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 23-24,
“Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya
atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali
janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu
membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” Ayat
ini menegaskan bahwa sekadar mengucapkan perkataan kasar kepada orang tua sudah
termasuk bentuk kedurhakaan, apalagi jika sampai menganiaya atau menelantarkan
mereka di masa tua.

Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Keridhaan Allah
tergantung kepada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung kepada
kemurkaan orang tua.” (HR. Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa berbuat baik
kepada orang tua bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan untuk meraih ridha
Allah.

Sebaliknya, anak yang durhaka kepada orang tua mendapatkan
ancaman berat dalam Islam. Kedurhakaan, yang dalam istilah Islam dikenal dengan
istilah ‘uquq al-walidain, merupakan dosa besar yang tidak akan dibiarkan
begitu saja tanpa ganjaran. Dalam satu riwayat, Rasulullah menyebutkan bahwa
salah satu dosa besar yang bisa mempercepat datangnya azab di dunia adalah
kedurhakaan kepada orang tua. Maka, dapat dipastikan bahwa kedurhakaan anak
terhadap orang tua adalah pelanggaran serius dalam pandangan Islam.

Penyebab Anak Durhaka dalam Sistem Kapitalis Sekuler

Fenomena anak durhaka tidak muncul begitu saja tanpa sebab.
Salah satu penyebab utama yang sering diabaikan adalah pengaruh sistem
kapitalis sekuler yang saat ini mendominasi hampir semua aspek kehidupan.
Sistem ini menekankan kebebasan individu dan materialisme, sehingga nilai-nilai
kebersamaan, penghormatan kepada keluarga, dan hubungan harmonis antara anak
dan orang tua sering terpinggirkan.

Sistem kapitalis mendorong masyarakat untuk mengejar
kesuksesan duniawi, harta, dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama hidup.
Orang tua sering kali sibuk bekerja, mengumpulkan harta demi memenuhi kebutuhan
material, sementara anak-anak dibiarkan tumbuh tanpa pengawasan dan pendidikan
moral yang memadai. Akibatnya, anak-anak terbiasa hidup dalam lingkungan yang
hanya menilai kebahagiaan dari sisi materi, dan mengabaikan nilai-nilai agama
serta etika sosial.

Selain itu, pendidikan sekuler yang diadopsi di banyak
negara juga memberikan andil besar dalam membentuk mentalitas generasi muda
yang kurang menghargai orang tua. Sistem pendidikan saat ini sering kali
mengabaikan nilai-nilai agama dan moralitas dalam kurikulum, sehingga anak-anak
tumbuh tanpa memiliki pemahaman yang mendalam tentang pentingnya berbakti
kepada orang tua. Pendidikan yang terfokus pada aspek intelektual dan prestasi
akademik semata, tanpa menekankan akhlak dan karakter, telah melahirkan generasi
yang cenderung egois dan tidak peduli pada keluarga.

Solusi dalam Islam

Islam menawarkan solusi komprehensif untuk mengatasi masalah
anak durhaka. Pertama, pendidikan agama yang benar harus menjadi fondasi dalam
keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai agama
sejak dini kepada anak-anak mereka, mengajarkan tentang kewajiban berbakti
kepada orang tua, serta mengenalkan mereka pada ajaran-ajaran Islam yang
menekankan kasih sayang dan penghormatan kepada keluarga.

Kedua, perubahan sistem harus dilakukan. Sistem kapitalis
sekuler yang mementingkan materi harus digantikan dengan sistem Islam yang
berlandaskan pada prinsip-prinsip moral dan spiritual. Dalam sistem Islam,
keluarga adalah unit sosial yang sangat penting dan harus dijaga
keharmonisannya. Negara pun memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai
keluarga melalui kebijakan yang mendukung pendidikan agama, kesejahteraan
keluarga, dan mencegah eksploitasi ekonomi yang sering kali merusak hubungan
keluarga.

Ketiga, peran masyarakat dalam membangun lingkungan yang
mendukung pendidikan moral anak sangat penting. Masyarakat harus saling
mendukung dalam menegakkan nilai-nilai Islam, baik dalam keluarga maupun dalam
kehidupan sosial.

Dengan kembali kepada ajaran Islam dan menyingkirkan
pengaruh sistem kapitalis sekuler yang merusak, kita dapat membentuk generasi
yang lebih berbakti kepada orang tua, menghormati keluarga, dan hidup dalam
harmoni sesuai tuntunan agama. Pada akhirnya, solusi ini bukan hanya akan
menyelesaikan masalah anak durhaka, tetapi juga memperbaiki tatanan sosial
secara keseluruhan.

Oleh : Novi Ummu Mafa, S.E., Sahabat Tinta Media 

Loading

Views: 8

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA