Smart City Deli Serdang, Jangan Hanya Menjadi Solusi Tambal Sulam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Smart City merupakan program yang sampai hari ini terus digalakkan dan masih hangat diperbincangkan. Program ini sudah dijalankan oleh beberapa kota pelopor seperti Surabaya, Bandung dan Jakarta. Lalu, diikuti oleh kota-kota lainnya, tidak ketinggalan di Sumatera Utara juga telah berjalan di beberapa kabupaten. Deli Serdang merupakan salah satu kabupaten yang akan dijadikan smart city. Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, telah menyampaikan hal ini pada rapat Dewan Deli Serdang Smart City Tahun 2025 di Aula Cendana. (deliserdangkab.go.id, 24/07/2025)

Konsep smart city ini menawarkan pengelolaan daerah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan pelayanan publik serta kualitas hidup bermasyarakat. Selain itu, juga bertujuan untuk mewujudkan ekosistem yang layak, unik, kreatif, berkelanjutan dengan tata kelola terintegrasi dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Implementasi smart city ini pun dianggap sejalan dengan visi Kabupaten Deli Serdang yang mana bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Deli Serdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan. Program ini akan dijalankan sesuai dengan empat misi utama yakni sehat pelayanan publiknya, masyarakatnya, ekonominya, dan lingkungannya. Tujuan akhirnya merupakan peningkatan derajat hidup masyarakat. (deliserdangkab.go.id, 24/07/2025)

Jika memang ini merupakan sesuatu yang ditujukan untuk kemajuan masyarakat, maka mengapa tidak semua kota masuk dalam program ini? Mengapa yang diutamakan hanya kota Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional (KPPN) dan Ibu Kota Negara (IKN)? Kemudian, bagaimana implementasinya? Apakah ini semata-mata untuk kepentingan masyarakat atau ada hal-hal lain yang ingin dicapai? Tidak dimungkiri bahwa kebijakan yang lahir dari sistem kapitalisme sekuler saat ini selalu menjadikan standarnya adalah untung rugi.

Smart City for Investor

Pakar Smart City, Winarmo, menyampaikan bahwa konsep smart city juga menerapkan konsep lingkungan yang lebih lestari karena pengaturan limbah dan pengelolaan airnya akan lebih maju. Di sisi lainnya, smart city ini bertujuan untuk mendatangkan wisatawan sebanyak mungkin, menarik investor agar berinvestasi di kota tersebut, serta menarik penghuni baru dari berbagai kalangan baik yang profesional, akademis, dan usahawan untuk bertempat tinggal di daerah tersebut. Hal ini yang akhirnya menyebabkan kota-kota yang menjadi sasaran program ini berlomba-lomba untuk menjadi kota pintar.

Tren smart city ini pun menjadi idaman bagi para pejabat kota. Apalagi, ini merupakan salah satu syarat mudahnya investor masuk ke dalam suatu kota. Dengan adanya smart city diharapkan pengelolaan data bisa lebih singkat, mudah, dan akurat, sehingga akan sangat menguntungkan para investor untuk memetakan prospek atau tidaknya berinvestasi.

Sebagai pijakan pembangunan smart city di Kabupaten Deli Serdang, maka ditetapkan enam dimensi prioritas yang sesuai dengan misi Deli Serdang Sehat yakni smart governance. Ini merupakan pelayanan publik yang dikelola secara digital. Smart economy dan society, yakni mendorong masyarakat yang produktif. ‘Smart branding yaitu mempromosikan potensi unggulan pariwisata, budaya, dan investasi untuk mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Hal ini tentu semakin membuat investor yakin dan tertarik untuk berinvestasi. Dengan investasi dari para investor, maka diharapkan akan bermunculan banyak bisnis-bisnis baru yang akan meningkatkan PAD seperti hotel, restoran cepat saji, cafe, mal, dsb, yang mana akan menyerap banyak tenaga kerja. Namun, kembali lagi masyarakat hanya menjadi pekerja biasa yang digaji di bawah UMR ataupun sedikit diatas UMR. Sebaliknya, tingkat konsumsi masyarakat akan semakin meningkat dikarenakan banyak bermunculan bisnis tersebut. Pada akhirnya masyarakat hanya menjadi pasar, sedangkan yang meraup untung adalah pemilik modal. Jelas, keberadaan smart city bukan untuk kepentingan rakyat, tetapi pemilik modal.

Arus digitalisasi yang semakin deras dapat membajak interaksi sosial di tengah masyarakat sekuler. Selain itu, menggerus hakikat manusia sebagai makhluk sosial sehingga menyebabkan kerusakan perilaku pada masyarakat.

Lantas, bagaimana hendak bertransformasi menuju smart city jika dalam konsep masyarakat yang belum smart city saja aspek empati dan peduli dalam interaksi sosial sesama manusia sudah sangat minim bahkan hilang. Selain itu, mental para pejabat dan kondisi masyarakat belum level up sehingga masih jauh dari harapan.

Smart with Islam

Islam merupakan aturan yang seharusnya diterapkan di seluruh lini kehidupan. Dalam Islam, membangun smart city merupakan kebijakan untuk kepentingan masyarakat. Pengelolaan data yang akurat dan pengambilannya dengan mudah, bukan untuk menyakinkan investor, tetapi sebagai dasar dalam membuat kebijakan yang dibutuhkan masyarakat. Dengan demikian, data-data tersebut akan memudahkan negara untuk memberikan pelayanan kepada masyarakatnya.

Dalam Islam, sebuah kota dikatakan smart ketika mampu meningkatkan kualitas hidup rakyat dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat maupun kebutuhan dasar yang bersifat komunal, seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan. Kebijakan yang diambil seluruhnya mempertimbangkan kepentingan rakyat, bukan yang lain. Islam mewajibkan negara sebagai pengurus rakyat, bukan penguras milik rakyat.

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya seorang imam (pemimpin) itu adalah perisai, (manusia) berperang di belakangnya dan menjadikannya sebagai pelindung.” (HR. Bukhari no. 2957, Muslim no. 1841)

Islam tidak menolak kemajuan teknologi, bahkan sangat mendukung jika hal tersebut dapat memudahkan layanan terhadap masyarakat. Kemajuan teknologi ini bahkan dapat digunakan untuk menangkal hal-hal yang dapat merusak pemahaman masyarakat Islam. Sejarah telah mencatat di kala Eropa mengalami masa kegelapan, ada peradaban emas yakni Islam, di mana banyak lahir ilmuwan-ilmuwan beserta penemuan-penemuannya yang mutakhir. Berbagai penemuan tersebut mereka persembahkan untuk kemajuan Islam. Semua dilakukan dalam rangka ketaatan kepada Allah Swt. serta meraih rida-Nya.

Islam juga telah menetapkan anggaran dana yang jelas dari baitulmal yang akan digunakan untuk berbagai pelayanan masyarakat hingga pelosok desa. Dengan demikian, akan terjamin kesejahteraan masyarakat. Semua hal ini dapat terwujud karena adanya negara sebagai penopang dalam mewujudkan hal tersebut. Negara yang dipimpin oleh seorang Khalifah yang bertugas meriayah umat, bukan menjadi pihak yang memuluskan kepentingan pemilik modal. Sungguh nyata, hanya dengan sistem Islam rakyat akan sejahtera karena negara akan bertanggung jawab untuk memenuhi hak hidup dunia hingga akhirat. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Ria Nurvika Ginting, S.H.,M.H.

(Dosen FH)

Views: 30

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA