24.000 Pekerja Masuk Daftar PHK, TEFI: Sinyal Darurat Ketenagakerjaan Indonesia

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Lebih 24.000 pekerja sudah masuk daftar PHK hingga April 2025 Direktur The Economic Future Islamic (TEFI) Dr. Yuana Tri Utomo menilai ini sebagai sinyal darurat bagi dunia ketenagakerjaan Indonesia.

“Ini merupakan sinyal darurat bagi dunia ketenagakerjaan Indonesia dan tentunya ini menunjukkan tren yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya dalam Kabar Petang: Kenyataan Pahit Para Pekerja, Pahit Banget di kanal YouTube Khilafah News, Ahad (18/5/2025).

Menurutnya, jika pemerintah dan pelaku industri itu tidak segera berbenah, tidak segera mengambil langkah strategis, maka potensi suramnya itu semakin besar. “Jadi memang suramnya itu suram sekali bisa terlihat kasat mata,” tandasnya.

Sistemik dan Global

Menurut Yuana, problemnya ini sistemik dan global dan bukan hanya sekedar Indonesia saja. “Pasca pengumuman Presiden Trump yang menaikkan tarif impornya itu, perang dagang antara Amerika dengan Cina itu berimbas pada lesunya permintaan global sehingga berakibat pada lesunya ekspor. Padahal industri khususnya industri tekstil Indonesia ini kan sangat bergantung pada ekspor. Akibatnya melemahnya permintaan dari pasar Amerika dan Eropa,”urainya.

Menurutnya, inflasi dan ketidakpastian ekonomi global itu membuat banyak pabrik yang kehabisan pesanan. “Tidak ada konsumen (pelanggan) yang pesan,” sambungnya.

“Masuknya produk impor terutama dari Cina, Bangladesh, kemudian Vietnam dengan harga yang jauh lebih murah daripada produksi dalam negeri memperparah kondisi ini,” sebutnya.

“Minimnya pengawasan dan lemahnya kontrol kuota atau standar produk-produk impor ini yang dijual dengan harga jauh di bawah harga pokok produksi lokal,” imbuhnya.

Ia berpandangan masuknya barang impor yang tidak terkendali menyerbu pasar domestik Indonesia sehingga pasar jadi jenuh kemudian produk lokal tentu sulit bersaing.

“Kalau dalam hal kualitas sih enggak kalah sebetulnya, tapi sulit bersaingnya itu dalam hal harga, dari sisi harga,” jelasnya.

Menurutnya, ini harus menjadi perhatian serius.[] Muhammad Nur

Views: 37

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA