Kemuliaan Umat Hanya Terwujud dengan Tegaknya Khilafah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pernyataan anggota Kongres AS, Randy Fine, yang menyerukan pengeboman nuklir terhadap Gaza mencerminkan kebengisan politik Barat yang telah kehilangan nurani kemanusiaan. Ini bukan sekadar ucapan provokatif, melainkan hasutan genosida yang terang-terangan.

Lebih menyakitkan lagi, pemimpin-pemimpin negeri-negeri muslim tak menunjukkan sikap yang berarti. Mereka bungkam, bahkan terkesan patuh pada narasi dan tekanan negara-negara penjajah.

Umat Islam hari ini dihinakan bukan karena kekurangan jumlah atau sumber daya, tetapi karena tidak adanya pelindung sejati yang mampu membela kehormatan mereka. Gaza adalah simbol luka kolektif umat Islam yang tak kunjung sembuh.

Maka, solusinya bukan sekadar donasi atau kecaman verbal. Solusinya harus bersifat fundamental dan menyeluruh, sesuai dengan Islam itu sendiri.

Akar Masalah: Ketiadaan Khilafah dan Dominasi Sistem Sekuler

Sistem Global Sekuler – Dunia saat ini diatur oleh sistem sekuler liberal yang menjadikan materi sebagai ukuran utama. Kemanusiaan hanya dipakai sebagai kedok diplomasi, bukan nilai yang benar-benar dihormati.

Pecahnya Umat Islam ke Dalam Banyak Negara Lemah – Sejak runtuhnya Khilafah Utsmaniyah tahun 1924, umat Islam tercerai-berai ke dalam lebih dari 50 negara yang tak punya kekuatan politik dan militer yang bersatu.

Pemimpin Pengkhianat – Banyak pemimpin negeri muslim justru menjadi kaki tangan kepentingan barat, menjaga kursi kekuasaan dengan mengorbankan kehormatan Islam.

Solusi Islam Secara Syar’i: Menegakkan Kembali Khilafah Rasyidah

Islam tidak membiarkan umatnya hidup tanpa perlindungan. Ada solusi nyata dalam syariat yang harus diambil secara serius:

Pertama, menyadarkan umat akan wajibnya menerapkan Islam Kaffah.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan.” (QS. Al-Baqarah: 208).

Islam tidak cukup dipraktikkan hanya dalam ibadah personal. Ia adalah sistem hidup yang mengatur politik, ekonomi, pendidikan, dan pergaulan. Kesadaran ini harus dibangkitkan di tengah umat agar mereka melihat Islam sebagai solusi satu-satunya, bukan hanya simbol budaya atau tradisi.

Kedua, bergabung dalam barisan jamaah dakwah yang lurus. Perubahan tidak akan terjadi secara individual. Umat membutuhkan kepemimpinan dakwah ideologis—sebuah jamaah dakwah yang mengikuti metode dakwah Rasulullah saw. yang membina individu, membentuk opini umum, dan melakukan perjuangan politik non-kekerasan untuk menegakkan syariat.

Ciri jamaah ini, antara lain menolak sistem demokrasi sekuler, konsisten menyeru kepada penerapan Islam kaffah, tidak mencari kekuasaan melalui kompromi dengan sistem kufur, menjadikan dakwah sebagai jalan utama perubahan

Ketiga, menyiapkan umat untuk menyambut tegaknya Khilafah.
Khilafah bukan sekadar ide atau nostalgia sejarah, melainkan kewajiban syar’i.

Menyiapkan umat artinya membentuk opini umum bahwa khilafah adalah solusi nyata, menumbuhkan dukungan di tengah masyarakat, serta melawan narasi sesat bahwa syariat adalah ancaman

Keempat, menghidupkan aturan Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Saat Khilafah tegak, Islam akan diterapkan secara menyeluruh, meliputi aspek:

Politik: Pemimpin dipilih karena amanah, bukan uang dan popularitas

Ekonomi: Menghapus riba dan kapitalisme, menegakkan sistem baitul mal.

Militer: Jihad menjadi pertahanan dan pembebas umat yang tertindas.

Pendidikan: Membentuk generasi yang berpikir Islam, bukan sekuler.

Sosial: Menjaga kehormatan perempuan dan keluarga.

Hukum: Adil, tegas, dan berdasarkan syariat, bukan hukum buatan manusia.

Mengapa harus Khilafah, bukan negara-negara nasional? Negara-negara nasional tidak punya otoritas syar’i dan kekuatan kolektif. Mereka terikat dengan perjanjian internasional buatan Barat, tidak mempunyai proyek penyatuan kekuatan umat, takut terhadap tekanan politik dan ekonomi global.

Sebaliknya, Khilafah adalah institusi syar’i yang mewakili umat secara politik dan militer, memimpin jihad untuk membebaskan wilayah terjajah, dan menyatukan seluruh umat Islam di bawah satu panji

Saatnya Umat Bergerak Bersama

Umat Islam harus keluar dari kejumudan dan perasaan tidak berdaya. Gaza hanyalah satu dari sekian banyak luka umat. Selama sistem kufur masih memimpin dunia, penderitaan umat tak akan berhenti. Maka, perjuangan menegakkan Khilafah adalah bentuk tertinggi pembelaan terhadap Gaza, Palestina, dan seluruh umat Islam yang tertindas.

“Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah perisai. Orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR. Muslim)

Tegaknya Khilafah bukan sekadar solusi, melainkan kewajiban. Kemuliaan umat hanya akan kembali bersama tegaknya Khilafah rasyidah ala minhaj an-nubuwwah. Wallahu a‘lam bish-shawab.

Oleh: Anggun Istiqomah
Sahabat Tinta Media

Views: 31

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA