Mencetak Generasi Emas menuju Peradaban Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dikutip dari kemenag.go.id, bahwa Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengajak seluruh komponen pondok pesantren di Indonesia untuk menjadikan Musabaqoh Qira’atil Kutub (MQK) Nasional dan Internasional sebagai “anak tangga pertama” menuju kembali The Golden Age of Islamic Civilization (Zaman Keemasan Peradaban Islam).

Menag menegaskan bahwa kebangkitan kembali peradaban emas ini harus dimulai dari lingkungan pesantren. Perlu adanya integritas dan perkawinan antara iqra (kitab putih/ilmu umum) dan bismirobbik (kitab kuning/kitab turats) sebagai kunci lahirnya insan kamil serta mempertahankan lima unsur sejatinya, yakni masjid, kiai, santri, memelihara habit pesantren, dan kuat membaca kitab turats untuk menuju The Golden Age of Islamic Civilization, ajak Menag membuka acara MQK International di pesantren As’adiyah Wajo, Kamis (02/10).

Mewujudkan kembali peradaban Islam adalah kewajiban setiap mukmin, bukan sekadar narasi dan seruan semata di tengah gempuran sekularisme dan liberalisme. Sepintas, penetapan-penetapan tema besar Hari Santri 2025 “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” butuh dicermati dengan kacamata syariat.

Pendidikan pesantren hanyalah salah satu komponen yang berperan dalam mewujudkan kembali peradaban Islam. Walaupun saat ini pesantren pun sudah disusupi pesan-pesan Islam moderat.

Penting untuk memahami secara mendetail bagaimana Islam membangun peradaban dari sisi asas, miqyas amal, makna kebahagiaan, dan gambarannya. Maka, kita butuh kelompok dakwah politik dalam memperjuangkan Islam yang nantinya akan mengarah pada hadirnya peradaban Islam yang hakiki.

Umat harus paham bahwa peradaban Islam yang sejati hanya akan terwujud dalam sistem Khilafah. Maka dari itu, untuk mewujudkan The Golden Age of Islamic Civilization, butuh pemahaman Islam secara kafah atau menyeluruh. Dengan diterapkannya Islam secara sempurna di tengah-tengah masyarakat, maka negara akan mampu mencetak generasi unggul berkepribadian Islam yang siap membangun peradaban Islam yang gemilang. Generasi emas yang siap melanjutkan estafet perjuangan dakwah Islam di bawah naungan Khilafah berdasarkan manhaj seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Oleh karena itu, saatnya beralih pada sistem Islam yang akan memberikan solusi tuntas bagi seluruh permasalahan hidup yang terjadi saat ini. Bukan hanya sekadar retorika, melainkan mewujudkan Islam rahmatan lil-‘alamin. Kemaslahatan dan keamanan akan benar-benar terjamin di bawah pemimpin yang menerapkan syariat Islam secara kafah. Wallahualam bissawab.

Oleh: Ummu Zaki
Sahabat Tinta Media

Views: 22

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA