Tinta Media – Menanggapi ucapan Presiden Prabowo yang mengatakan “orang yang berkoar-koar Indonesia gelap memiliki mata yang buram. Indonesia terang. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman”, Peneliti dari Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. M. Riyan menjelaskan bahwa diksi Indonesia gelap berakar pada penerapan kapitalisme yang melahirkan negara korporatokrasi.
“Diksi Indonesia gelap hakikatnya berakar pada penerapan sistem sekuler kapitalisme demokrasi liberal yang melahirkan negara korporatokrasi di mana negara dibajak oleh para oligit politisi, dan elit ekonomi,” ujarnya dalam siniar: RI Gelap, Endingnya Kemana? Di kanal YouTube Khilafah News, Selasa(5/5/2026).
Maka kata Riyan, terjadilah berbagai bentuk kerusakan atau fasad dalam bentuk kesenjangan si kaya dan miskin yang semakin menganga, dirampoknya kekayaan alam, dehumanisasi, dan kerusakan lingkungan.
Ia mengungkapkan bahwa Prabowo pun tercatat beberapa kali menyinggung Indonesia gelap. Salah satunya pada taklimat kepada jajaran kabinet merah putih dan pimpinan lembaga di Istana kepresidenan pada Rabu, 8 April 2026.
“Kepada para pembantunya di kabinet Prabowo menyampaikan optimismenya terkait dengan masa depan Indonesia di tengah situasi global yang bergejola. Bagi saya Indonesia gelap tidak ada. Indonesia cerah di saat banyak negara susah,” tutupnya. [] Muhammad Nur
![]()
Views: 7
















