Free Free Palestine, With Jihad and Khilafah Menggema di Jalan Diponegoro

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Hujan gerimis yang mengguyur kota Bandung tidak menyurutkan langkah sepuluh ribu kaum muslimin untuk mengikuti “Aksi Masyarakat Jawa Barat Bela Palestina” pada Ahad (2/2/2025). Mereka datang dari berbagai kota di Jawa Barat seperti Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Subang, Kab. Bandung, Cimahi, Padalarang dan lain-lain.

Aksi yang diinisiasi oleh Forum Ulama, Tokoh, dan Advokat (FUTA) Jawa Barat ini mengambil tema, “Rajab, Isra’ Mi’raj, dan Bebaskan Palestina (Gaza dan Al Aqsha)!” Para peserta berjalan kaki dari masjid Pusdai (Pusat Dakwah Islam) Jawa Barat menuju Gedung Sate (kantor pemerintahan provinsi Jawa Barat).

Gema takbir dan yel-yel “Free Free Palestine, With Jihad and Khilafah!” disuarakan serempak oleh para peserta yang mengular di sepanjang Jalan Diponegoro Bandung.

Di depan Gedung Sate, lautan manusia tumpah ruah menyimak orasi yang disampaikan oleh delapan orator secara bergantian. Ustadz Mukhlis Ali salah satu orator perwakilan ulama Sukabumi menyampaikan, tiga alasan mengapa semangat membela Palestina.

”Pertama, ini urusan akidah kita dengan Allah SWT. Kedua, haram kaum Muslimin terpecah belah. Ketiga, tidak boleh lepas dari kita jihad dan Khilafah karena jihad dan Khilafah solusi bagi masalah Palestina dan permasalahan kaum muslimin lainnya,” jelasnya.

Yel-yel “Lailahailallah Muhammadurasulullah, Al Khilafah wa’dullah wa busyro Rasulillah!” mengiringi pengibaran bendera Rasulullah ﷺ dalam sesi koreografi Big Rayah dan Big Liwa. “Kita sampaikan kepada dunia inilah bendera persatuan kita, bendera yang menyatukan kaum muslim dari Timur ke Barat, bendera yang akan memerdekakan Palestina dan membebaskan negeri-negeri yang terjajah, bendera yang dengan ini hidup dan mati kita!” ungkap salah satu MC aksi.

Para peserta juga larut dalam kesedihan saat Iji Wugaje putra daerah asal Papua membacakan puisi. “Tangismu adalah tangisku juga, lukamu adalah lukaku juga, kami tahu betapa beratnya langkah di tanah yang bergetar oleh deru perang  di bumi dentuman bom tidak pernah berhenti…,” ungkapnya penuh kesedihan.

Setelah para orator selesai memberikan orasi, dilanjutkan pembacaan pernyataan sikap Forum Ulama, Tokoh, dan Advokat (FUTA) Jawa Barat yang disampaikan oleh Ustadz Budi Saifullah. Salah satu poin yang disampaikan, bahwasanya FUTA menolak solusi batil dua negara (two state solution) yang ditawarkan sebagai solusi bagi masalah Palestina. FUTA juga memandang perlunya persatuan kaum muslimin di atas landasan akidah Islamiah, karena tanpa persatuan yang hakiki, umat Islam itu akan terus menjadi pihak yang lemah, maka diperlukan institusi yang akan menyatukan umat Islam, institusi itu adalah Khilafah. ”Khilafah adalah kewajiban bagi umat Islam untuk menegakkannya, sekaligus janji Allah (wa’dullah) dan kabar gembira (bisyarah) Rasulullah ﷺ” ucap Budi.

Di akhir aksi, peserta khusyuk dalam doa yang dipimpin oleh Ustadz Jeni Anwar. Di antara penggalan doa yang dipanjatkan adalah, “Berikanlah kami para pemimpin, para penguasa muslim yang benar-benar bertakwa kepada-Mu ya Rabb, yang hanya mau menerapkan syariat-Mu secara Kaffah, yang hanya takut kepada-Mu ya Allah, yang tidak mau menjadi boneka-bonekanya para pemimpin kafir, yang tidak mau menjadi musuh-musuhnya umat Islam,” ucapnya dalam doa.[] Irianti Aminatun

Loading

Views: 9

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA