Tinta Media – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra menilai demokrasi sekuler berpotensi menghasilkan politisi profesional yang terobsesi dengan kekuasaan dan jabatan, serta mengasingkan nilai-nilai etika dan tanggung jawab publik.
“Demokrasi sekuler berpotensi menghasilkan politisi profesional yang terobsesi dengan kekuasaan dan jabatan, serta mengasingkan nilai-nilai etika dan tanggung jawab publik,” ujarnya kepada Tinta Media, Ahad (4/1/2026).
Ahmad mengungkapkan bahwa dalam realitas sejarah modern menunjukkan semakin banyak politisi yang tumbuh dari sistem demokrasi sekuler berfokus pada siklus pemilu, kampanye, dan konsolidasi kekuasaan.
“Bahkan banyak dari mereka menunjukkan perilaku oportunistik, negosiasi politik yang pragmatis tanpa landasan nilai kuat, dan orientasi yang lebih pada kemenangan elektoral daripada kepemimpinan etis,” sambungnya.
Ahmad melihat ketika negara bergantung hanya pada prosedur konstitusional tanpa landasan nilai yang kuat, ruang publik bisa menjadi hampa dari etika kolektif yang memperkuat kohesi sosial dan komitmen publik yang mendalam.
“Banyak studi tentang konsolidasi demokrasi menemukan elit politik memiliki kecenderungan untuk memusatkan kekuasaan demi keamanan jabatan, tidak jarang berkonflik satu sama lain untuk mempertahankan kendali,” tutupnya. [] Muhammad Nur
![]()
Views: 42
















