Tinta Media – Direktur Paradigma Institute Muhammad Ihsan YS mengemukakan,
hasil kepemimpinan demokrasi tidak berkualitas.
“Hasil kepemimpinan dari jalan demokrasi ini tidak
sejalan dengan kualitasnya. Ujung-ujungnya menghasilkan penguasa-penguasa minim
literasi tidak paham bernegara, tidak paham aturan bahkan hanya tarik menarik
kepentingan,” tuturnya kepada Tinta Media, pada Jumat (2/8/2024) melalui
tulisannya yang berjudul “Politik Kue Tambang dan Kesejahteraan
Rakyat”.
Mengajak melihat fakta saat ini, Muhammad Ihsan menyatakan
bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai cerminan kepemimpinan hasil sistem
politik dan pemerintahan demokrasi, tidaklah fokus memikirkan kesejahteraan
rakyat
“Di akhir masa jabatannya, malah semakin menyengsarakan
di tengah kemunduran ekonomi yang tidak karuan. Di akhir masa jabatannya malah
sibuk ‘bagi-bagi kue’ Tambang (sumber daya alam/SDA), ungkapnya.
Padahal, menurut Muhammad Ihsan, barang tambang ini
seharusnya tidak boleh dimiliki oleh swasta, individu, apalagi golongan
tertentu, karena memang ini adalah hak atau milik seluruh rakyat.
Apalagi dalam pandangan Islam, ia juga menjelaskan, hukum
barang tambang skala besar adalah hak kepemilikan umum.
“Seharusnya dikelola 100% oleh negara yang hasilnya
nanti dibagikan untuk rakyat umum secara merata agar rakyat sejahtera dengan
cepat,” jelasnya.
Ia pun merasa aneh mengapa ormas-ormas penerima konsesi
tambang yang katanya memiliki banyak pesantren dan universitas ini malah sama
sekali tidak paham dengan aturan sistem ekonomi Islam ini?
“Jelas-jelas tambang skala besar ini haram dikelola
oleh selain negara,” herannya.
Untuk itu, menurutnya, perlu dipikirkan betul adanya
pemimpin dan sistem yang berjalan yang benar-benar membuat rakyat sejahtera.
“Itulah Islam yang diterapkan secara kaffah
(totalitas),” pungkasnya. [] Muhar
![]()
Views: 11
















