Kampung KB, Mampukah Meningkatkan Kualitas Keluarga?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Keluarga berencana ( KB) adalah program pemerintah sejak dahulu, yaitu pada masa Orde Baru. Saat itu, masyarakat diwajibkan untuk mengikuti program KB. Ini bertujuan memberikan jarak kelahiran anak dengan slogan dua anak cukup agar keluarga bahagia dan sejahtera. Lalu, apakah dengan program tersebut akan menjadikan keluarga berkualitas?

 

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DALDUKPPA) Kabupaten Bandung menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi Pengtan Kampung Berkualitas (Kampung KB). Hal ini dalam rangka penanganan dan pencegahan keluarga rentan di Aula Kantor Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada Kamis (02/10). Kepala DALDUKPPA Kabupaten Bandung, Muhamad Hairun menjelaskan, rapat koordinasi ini digelar dalam rangka persiapan kunjungan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

 

Program Kampung KB tersebut bertujuan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di desa dalam rangka mengintegrasikan pembangunan yang ada di desa. Tujuan lain dari program kampung KB ini membentuk masyarakat yang lebih berkualitas sehingga dapat merasakan manfaat pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan momen-momen tersebut, terutama bagi masyarakat kurang mampu, juga keluarga yang ada permasalahan rumah tangga. (balebandung.com, 02/10/2025)

 

Program di atas dengan segala tujuan dan harapannya seperti akan menjadi solusi atas permasalahan keluarga rentan saat ini. Namun, untuk meningkatkan kualitas keluarga bukan hanya membentuk kampung KB. Itu hanya sebatas solusi parsial yang tidak menyentuh akar permasalahan keluarga. Karena, tanpa edukasi kepada masyarakat tentang tujuan dari berkeluarga, nilai-nilai agama,

dan suportif ekonomi politik, hal ini akan sebatas program saja. Keluarga tetap miskin, anak terbengkalai, dan keluarga harmonis pun tetap tidak ada.

 

Untuk itu, diperlukan program holistik, mulai dari edukasi hak dan kewajiban suami istri. Sejatinya, sebuah rumah tangga mempunyai tujuan yang sama, yaitu ibadah. Di dalamnya mempunyai peran yang sangat luar biasa, yaitu untuk melestarikan keturunan. Itulah yang harus dihadirkan dalam rumah tangga saat ini. Peran suami sebagai pencari nafkah kembali pada fungsinya dengan diciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Sehingga, ketahanan keluarga kuat. Karena, ada sosok seorang ayah yang bertanggung jawab atas keluarga yang dibinanya. Begitu juga dengan seorang istri, kembali kepada fitrahnya, yaitu sebagai pengurus, pengelola rumah tangga, dan berdakwah.

 

Jadi, kurang tepat jika membangun kampung KB adalah solusi untuk mengatasi keluarga rentan yang mempunyai banyak anak. Karena, setiap anak yang dilahirkan dalam keluarga, berikut dengan rezekinya, itu jaminan dari Allah Swt. Allah Swt. berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS al-Isra’: 70)

 

Selain itu, negara juga menerapkan sistem ekonomi Islam yang mampu menguatkan ekonomi masyarakat. Sehingga, masyarakat merasakan aman dan tenteram dalam menjalani kehidupan. Semua ini hanya bisa terwujud jika sistem Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan dalam naungan Khilafah.

 

Islam menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan, yaitu dengan pengelolaan sumber daya alam. SDA yang melimpah akan dikelola sebaik-baiknya oleh negara dan menyerap tenaga kerja yang sangat banyak. Karena, Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah hadir sebagai pengurus dan pelayan bagi umat. Untuk itu, kita berharap sistem ini kembali tegak. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Ummu Ghifa,

Sahabat Tinta Media

 

Views: 17

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA