Anak Yatim dalam Sistem Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Diberitakan, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, pemerintah memberikan santunan kepada 30 anak yatim. Mereka sengaja diundang untuk hadir di halaman Kantor Dinas PMD Kabupaten Bandung, Komplek Pemkab Bandung untuk mendapatkan santunan dari dinas tersebut pada Kamis (20/2/2025) (VisiNews, 21/2/2025).

Hadir langsung di tengah-tengah anak yatim Kepala Dinas PMD Kabupaten Bandung. Tata Irawan Subandi bersama para pejabat/ASN.

Menyantuni anak yatim sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWTmemang merupakan bagian dari kebaikan. Seperti yang tertuang dalam Al-qur’an surat An-Nissa ayat 36, Allah berfirman:

“Dan berlaku baiklah kepada kedua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang yang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, ibnu sabil, teman sejawat, dan juga hamba sahaya”.

Islam adalah agama yang sempurna dan sangat memperhatikan dan memuliakan anak yatim. Menyantuni anak yatim bisa dilakukan kapan saja, namun kurang tepat jika dilakukan oleh seorang pemimpin rakyat yang memberikan santunan hanya kepada 30 orang anak yatim saja. Karena masih banyak anak-anak yatim yang terlantar tanpa ada pengurusan dari pemerintah.

Terlebih kadang dana zakat yang menjadi hak anak yatim digunakan untuk membangun infrastruktur sehingga banyak anak yatim yang tidak mendapatkan haknya untuk memenuhi kebutuhan primer, termasuk kebutuhan pendidikan.

Andai para pemimpin paham hadis Rasulullah SAW: “Orang yang memberi makan anak-anak yatim, maka baginya seperti dia itu memberi makan aku dan juga orang yang memberi minum kepada mereka, maka baginya seperti dia itu memberi minum aku”

Maka para pemimpin tidak akan membiarkan dana zakat yg menjadi hak anak yatim digunakan untuk pembangunan yang justru merampas hak- hak mereka. Mirisnya saat ini anak-anak yatim hanya dijadikan simbol pencitraan saja, tidak ada niat tulus mengurus anak yatim layaknya yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Berbeda dengan sistem Islam yang jelas dan tegas mengelola harta berkaitan dengan periayahan terhadap anak yatim karena memahami balasan pahala dan akibat menelantarkan mereka.

Dib awah kepemimpinan seorang Khalifah, anak-anak yatim terjamin semua kebutuhannya karena sistem Islam yang shahihlah yang dapat melahirkan pemimpin yang amanah, sayang kepada semua rakyatnya terlebih lagi kepada anak yatim

Ketaatan dalam syariat Islam secara kaffah membuat seorang pemimpin takut kepada Allah SWT dan menjalankan semua perintah Allah SWT karena yakin semua kebijakan, dan amanah yang diembannya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Hanya Islam satu-satunya solusi dalam seluruh aspek kehidupan khususnya dalam periayahan anak-anak yatim. Semakin rindu ingin segera diterapkan syariat Islam kafah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah.

Wallahu’alam bishawab.

 

 

Oleh: Ekke Ummu Khoirunnisa
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 22

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA