Tinta Media – Banjir kembali menggenangi kampung Bojongasih desa Dayeuhkolot kabupaten Bandung pada hari Rabu 27 November 2024 sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah sebelumnya sempat surut, Ega, salah satu warga bojongasih merasa bingung harus bagaimana lagi, karena saat hujan turun pasti selalu banjir (Dayeuhkolot.com, 28/11/2024).
Genangan air sudah bukan hal aneh lagi bagi warga sekitar, tapi jika banjir terus-menerus maka akan terganggu juga. Selain harus berbasah-basahan ketika beraktifitas, usaha salah seorang warga sebagai pedagang juga tidak bisa menghasilkan uang karena tidak bisa berjualan akibat seluruh kampung dikepung oleh genangan air. Masalah banjir ini masih menjadi polemik karena tak kunjung selesai. Hampir setiap musim hujan tiba sudah menjadi langganan dan terdampak banjir.
Perlu dipahami bahwa terjadinya banjir bukan karena faktor cuaca/iklim semata. Di samping itu ada faktor lain yang menyebabkan lingkungan rusak sehingga menimbulkan banjir ketika musim hujan tiba.
Faktor lainnya adalah masalah sistemik dari hulu hingga hilir, seperti alih fungsi lahan dari wilayah hulu hingga ke hilir. Serta kebijakan pemerintah/ penguasa yang selalu berpihak pada kepentingan oligarki. Membuka pintu buat para investor untuk melakukan usaha dengan membuka lahan hijau dengan bebas untuk kepentingannya. Penguasa tidak punya kedaulatan untuk mengatur kehidupan dan tata kota. Akibatnya, keharmonisan lingkungan menjadi rusak, menyempitnya daerah resapan karena digunakan untuk pembangunan tempat usaha seperti pabrik, pertokoan, hotel, tempat wisata, dan lain-lain.
Itulah imbas penerapan sistem kapitalisme sekuler, penguasa hanya menjadi regulator bagi oligarki. Tunduk pada kepentingan oligarki tanpa sedikit pun memikirkan kepentingan rakyat. Penguasa tidak memiliki kedaulatan penuh dalam mengurusi rakyat, terutama dalam mengurus tata kota dan penggunaan lahan.
Walhasil, masalah banjir di kabupaten Bandung khususnya akan susah diselesaikan dengan baik. Kalaupun ada usaha itu hanya solusi pragmatis saja. Karena sistem yang berlandaskan kepentingan dan manfaat semata, mustahil akan mampu memihak pada rakyat dan memberi kesejahteraan untuk rakyat.
Solusi Islam
Oleh sebab itu, perlu adanya solusi sistematis dan mengakar. Apalagi kalau bukan sistem Islam yang datang dari Allah SWT sebagai aturan kehidupan seluruh manusia. Syariat Islam adalah aturan yang komprehensif mengatur segala aspek kehidupan termasuk masalah tata ruang kota. Dalam Islam, seorang Khalifah sangat menjaga kelestarian lingkungan sehingga tidak akan terjadi alih fungsi lahan yang mengakibatkan rusaknya lingkungan.
Seorang pengusaha atau Khalifah adalah pengurus urusan rakyat yang sadar akan ada hari pertanggungjawaban sehingga tidak akan berani bertindak semena-mena terhadap rakyat. Kebijakan yang dibuat semata-mata hanya untuk kemaslahatan umat, bukan untuk kepentingan individu atau kelompok seperti halnya dalam sistem kapitalisme.
Beberapa kebijakan Khalifah antara lain adalah dengan mengembalikan pengelolaan sumber daya alam ( SDA) sesuai dengan hak kepemilikan. Contoh kepemilikan umum adalah seperti danau, sungai, air, dan laut akan dikelola oleh negara dan hasilnya digunakan untuk kemaslahatan umat. Bersama-sama menjaga kelestarian hutan dengan tidak membiarkan praktek penebangan hutan sembarangan agar fungsi hutan sebagai pengatur iklim tetap terjaga.
Kemudian, menjaga kawasan hijau agar tidak dijadikan kawasan industri, perkantoran, dan instruktur lainnya. Membangun taman kota agar terlihat cantik dan memberi rasa sejuk dan indah. Sanksi Islam yang tegas dan mampu memberi efek jera sangat efektif untuk membuat para perusak lingkungan ciut nyalinya.
Itulah beberapa kebijakan atau ketetapan khalifah sebagai bentuk penjagaan lingkungan hidup agar tetap harmonis dan selaras. Tentunya kita semua rindu akan hadirnya sosok pemimpin yang bertakwa yang betul-betul serius mengurus rakyatnya dengan baik bukan? Oleh karena itu, mari terus berjuang demi tegaknya sistem Islam yang akan menerapkan syariat Islam secara kaffah, sehingga Rahmat Allah akan dirasakan oleh seluruh alam!
Wallahu a’lam bishawab
Oleh: Dartem
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 6
















