Tinta Media – Kehidupan kapitalistik liberal telah menggerus fitrah ibu
yang penuh kasih sayang menjadi predator menakutkan. Buah hati yang harusnya
mendapat belaian justru menjadi
korban pemukulan, penghinaan, penelantaran, pembunuhan, hingga pelecehan.
Kasus ibu melecehkan buah hati karena tergiur materi amat
mengerikan. Seorang ibu inisial R (22) jadi korban akun FB Icha Shakila
sekaligus tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya, R
(5). Ibu asal Tangerang Selatan, Banten ini dijanjikan dibayar Rp15 juta untuk
konten bernuansa asusila.
Korban lainnya berinisial AK (26), ibu asal Bogor, Jawa
Barat. Ia ditangkap atas dugaan pencabulan terhadap anak kandungnya.
(Cnnindonesia.com, 8/6/2024).
Sistem ini menjauhkan agama dari kehidupan, membuat ibu tega
merendahkan diri serta menghinakan anaknya. Sejatinya, ibu adalah
madrasah/tempat belajar anak bersikap sopan santun, menghargai orang lain,
punya rasa empati, suka menolong, menyayangi, dan lainnya. Namun, dalam kasus
ini, ibulah yang merusak masa depannya. Sungguh pilu nasib generasi di tangan
ibu yang terpapar kapitalistik liberal ini.
Ibu, sadarlah bahwa surga ada di bawah kakimu. Jasamu yang
besar dari mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, dan membesarkan adalah
harga yang tidak bisa dibeli dengan berlian sekalipun.
Sungguh beruntung ibu yang menyadari sekaligus
menjalankannya dengan amanah, mencetak generasi hebat yang bermanfaat di
dunia, terhormat, apalagi kelak di akhirat akan menggandengnya ke surga.
Namun, sekali lagi sistem ini menjadi sumber masalah.
Sulitnya memenuhi keperluan sehari-hari akibat harga berbagai kebutuhan
melonjak, tidak paham peran sebagai ibu, suami tidak perhatian karena minimnya
ilmu, lingkungan yang tidak mendukung, pekerjaan harian yang tidak ada
habisnya, dan persoalan lainnya telah mengikis sifat kasih sayang ibu.
Diperparah lagi, ibu dan anak menjadi korban dari
abainya negara dalam melayani kebutuhan rakyat. Rakyat memikirkan kebutuhannya
sendiri di tengah sulitnya persaingan hidup. Hal ini menjadikan perangai dan
hati ibu keras, tidak ada lagi kasih sayang. Akibatnya, timbul malapetaka
terhadap buat buah hatinya.
Islam Membuat Ibu Mulia dan Generasi Bermanfaat.
Di sisi lain, ketika Islam dijadikan sistem yang mengatur
kehidupan, tercatat dengan tinta emas ada ibu hebat yang mencetak pemimpin
kelas dunia.
Muhammad Al Fatih, penakluk Konstantinopel, pemimpin
fenomenal yang menginspirasi banyak pemimpin hari ini dalam mewujudkan
tujuannya. Di balik ketangguhannya, ada ibu yang penuh kasih sayang mengarahkan
dan membimbing dengan kesabarannya. Ditanamkannya cita-cita besar pada
Al-Fatih bahwa ia adalah calon penakluk Konstantinopel yang dijanjikan
Rasulullah saw.
Ibu yang bervisi besar ini ingin anaknya bisa mewujudkan
kabar gembira Rasulullah saw. bahwa sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah
yang menaklukkan Konstantinopel.
Dari sistem Islam, lahir ibu mulia yang bisa memenuhi kasih
sayang anak. Kehidupan berjalan dengan baik sehingga tumbuhlah generasi
bermartabat serta bermanfaat buat umat.
Sebaliknya, dalam sistem kapitalistik liberal, ibu dan anak
hidup terhina dan sengsara.
Allahu a’lam.
Oleh: Umi Hanifah, Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 5
















