Tinta Media – Saat program pangan dunia kehabisan persediaan, ada kemungkinan seluruh strip, dengan populasi dua juta orang akan mengalami kelaparan. Kota Gaza mendapat serangan udara Israel yang mengakibatkan 13 warga Palestina tewas dan tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur. Empat orang meninggal setelah rumahnya yang berada di kawasan Sabra mendapatkan serangan pada hari sabtu. (Bisnisupdate.com, 26/04/2025)
Warga terpaksa menggunakan tangan kosong untuk mengevakuasi korban yang berada di bawah reruntuhan akibat bom Isreal. Namun, kurangnya peralatan penyelamatan mengakibatkan tim penyelamat tidak bisa menjangkaunya. Hal itu diungkapkan oleh Mahmoud Basal, seorang juru bicara agensi pemadam kebakaran Gaza.
Pada hari Sabtu, wilayah lain dari strip, seperti al-Mawasi dan Khan Younis juga mendapat serangan udara Israel di saat ancaman kelaparan massal sedang berlangsung. Dalam waktu sebelas bulan invasi militer Israel, korban berjatuhan hingga berjumlah lebih dari 51 ribu orang.
Sungguh sangat menyesakkan dada ketika melihat dan mendengar kondisi saudara kita di Palestina. Berbagai penderitaan terus menggempur tanpa ampun, sedangkan berbagai bantuan tidak boleh masuk ke Palestina. Dengan kebrutalan Zionis, warga Palestina benar-benar tersiksa dan mengalami kelaparan akibat kurangnya persediaan pangan. Kondisi semakin mengerikan ketika mereka hanya mendapat nasi dan pasta yang sangat sedikit.
Parahnya lagi, pabrik roti juga di bom, padahal hanya itu satu-satunya pabrik roti yang masih ada. Kemudian, harga bahan-bahan sangat mahal di pasaran. Itu pun sangat langka dan hampir habis. Belum lagi dengan kelangkaan air dan tidak beroperasinya dapur-dapur umum akibat habisnya bahan pangan.
Umat Islam ibarat satu tubuh. Ketika saudara kita menderita dan kelaparan, tentunya kita ikut merasakan juga. Sudah seharusnya kelaparan di Gaza menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai umat Islam, karena kita adalah saudara seakidah, walaupun pada faktanya kita berjauhan posisinya. Mirisnya, sekat-sekat nasionalisme menjadikan penguasa tidak peduli dan tutup mata terhadap kondisi saudara di Gaza.
Maka, solusi hakiki hanya dengan bebasnya Palestina dari penjajahan dan pendudukan Israel. Untuk membebaskannya, dibutuhkan kekuatan besar kaum muslimin, yaitu dengan jihad seperti yang diperintahkan Allah Swt. dalam surat Al Baqarah 190. Namun, pada faktanya, perintah Allah ini belum juga direalisasikan oleh kaum muslimin. Negeri-negeri muslim yang ada justru enggan melakukan kecuali hanya mengecam dan memberi bantuan dan donasi. Itu pun terus dihalangi oleh Zionis agar tidak bisa masuk ke Palestina.
Banyaknya negeri muslim yang ada justru melakukan pengkhianatan. Oleh karena itu, untuk mengakhiri pengkhianatan tersebut di butuhkan persatuan umat Islam di bawah satu kepemimpinan Daulah Khilafah, seperti halnya Rasulullah saw. ketika menghadapi Yahudi, maupun perang Hittin. Hanya jihad dan Khilafah yang mampu mengusir penjajah Israel, dan umat Islam harus terus berjuang agar bisa terwujud.
Perlu dipahami bahwa berjuang tanpa berjamaah itu sangat berat dan sulit. Oleh karena itu, seruan jihad dan tegaknya Khilafah harus terus digaungkan oleh sebuah jamaah dakwah ideologis yang Istikamah mengemban dakwah di tengah masyarakat dengan mengubah pemikiran yang sekuler menjadi pemahaman Islam yang benar dan kaffah. Ketika umat sudah memahami bahwa solusinya hanya dengan Islam dan persatuan kaum muslimin, maka diharapkan seluruh kaum muslimin dengan sukarela berjuang untuk menyatukan visi dan misi perjuangan, yaitu tegaknya Khilafah. Dengan adanya institusi itu, maka jihad akan mudah dilakukan dengan komando seorang khalifah. Sungguh, hanya dengan Islam saja palestina bisa bebas dari ketertindasan dan kelaparan seperti hari ini. Wallahu a’lam bishawab.
Oleh: Dartem
Sahabat Tinta Media
Views: 12
















