Tinta Media – Kasus bunuh diri di Indonesia semakin meningkat dan angka
bunuh diri paling tinggi terjadi di Bali, kasus ini terjadi sepanjang 2023
dengan angka mencapai 3.07, kasus bunuh diri di Bali melampaui daerah-daerah
lain yang ada di Indonesia.
Menurut data dari Pusat Informasi Kriminal Indonesia (Pusiknas)
Polri menyatakan bahwa pada 2023 ada 135 kasus bunuh diri yang dilaporkan, dan
jika dibandingkan dengan jumlah penduduk 4,3 juta maka angka tersebut termasuk
tinggi.
Sedangkan Dokter
Spesialis Kejiwaan atau Psikiater Prof
Ngoerah Anak Ayu Sri Wahyuni mengatakan ada dua faktor penyebab dari terjadinya
kasus bunuh diri ini yang pertama adalah faktor Biologis yaitu adanya kelainan mental pada seseorang seperti
depresi, skizofrenia dan gangguan bifolar, sedangkan faktor yang kedua adalah
faktor Psikososial seperti misalnya terbelit utang dikarenakan saat ini banyak
sekali pinjol dan judi slot bertebaran di mana-mana, dikejar debt collector
dan adanya media sosial yang
memfasilitasi dengan cara memviralkan apa pun sehingga sangat besar pengaruhnya
pada kasus bunuh diri saat ini.
Pencegahan pada kasus bunuh diri ini adalah dengan
meningkatkan komunikasi dengan keluarga karena keluarga merupakan institusi
pertama yang melakukan edukasi ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali
Dewa Indra, maka sebagai solusi Pemprov Bali berencana menyediakan program
konseling bagi masyarakat dan perlu adanya keterlibatan dari semua pihak untuk
bersama- sama dalam upaya pencegahan kasus bunuh diri (CNN.Indonesia.com. Selasa
02 Juli 2024 ).
Sungguh miris dengan kondisi saat ini, kasus bunuh diri
semakin meningkat dengan adanya fenomena ini menunjukkan kegagalan pada Sistem Kapitalisme
saat ini, inilah adalah salah satu bukti menunjukkan lemahnya mental masyarakat
saat ini dikarenakan Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan Sistem ini
jelas secara fakta saja kita bisa melihat bahkan merasakan begitu banyak
kerusakan-kerusakan dalam segala aspek kehidupan, dengan banyaknya persoalan
yang dihadapi oleh masyarakat membuat kehidupan semakin berat.
Dari kasus bunuh diri ini jelas fakta menunjukkan gagalnya
Sistem pendidikan dalam Kapitalisme karena Sistem ini memisahkan agama dari
kehidupan, Sistem pendidikan yang jauh dari basis Akidah Islam akan melahirkan
individu-individu yang jauh dari ketaatan kepada Allah SWT, tidak akan mampu
memahami tujuan hidupnya, jauh dari kata syukur serta tidak bisa bersabar
ketika menghadapi masalah kehidupan dan akhirnya berputus asa mengambil jalan
pintas guna menyelesaikan suatu permasalahan.
Begitu pun peran negara dalam Sistem Kapitalis yang telah
abai dan gagal dalam mengurusi kesejahteraan rakyat serta kesehatan mental
rakyat karena negara dalam sistem Kapitalis ini hanya sebagai regulator untuk
para pemilik modal saja, sulit mencari lapangan pekerjaan ditambah dengan
melambungnya harga-harga bahan pokok, penghasilan yang rendah menambah daftar
beban hidup yang semakin tinggi belum lagi tolak ukur dari Sistem Kapitalisme, kebahagiaan
hanya diukur dengan materi semata sehingga
mereka melakukan apa saja hanya untuk mengejar kebahagiaan materi tanpa memperdulikan lagi apakah itu jalan
halal atau haram, seperti pinjol maupun judol.
Sedangkan dalam Islam negara adalah sebagai raa’in atau
pengurus rakyat, negara yang akan melayani rakyatnya negara yang akan
memberikan jaminan kesejahteraan dan jaminan kesehatan mental masyarakat
melalui berbagai mekanisme pada sistem ekonomi negara akan membuat kebijakan
yang sesuai dengan Sistem Islam yang pertama negara akan menyediakan kebutuhan
hidup bagi masyarakat dari mulai sandang pangan dan papan, harga-harga pun akan
terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, serta negara mempunyai lembaga pasar
yang akan mengawasi agar perekonomian di dalam pasar menjadi stabil dan tidak
ada kecurangan- kecurangan.
Lalu dalam sistem pendidikan negara akan memberikan
pendidikan gratis bagi semua rakyat tanpa terkecuali, sistem pendidikan dalam
Islam pun tentunya berbasis Akidah yang akan melahirkan generasi-generasi yang bertakwa
berkepribadian Islami taat kepada Allah SWT, kuat secara mental dan spiritual
sehingga tidak menjadikan individu yang lemah secara mental dan mudah berputus
asa, begitu juga dalam aspek kesehatan negara pun akan memberikan layanan
kesehatan secara gratis.
Praktik judi online, pinjaman online, minuman-minuman keras
serta narkoba dalam sistem Islam jelas akan dilarang
karena semua bertentangan dengan syariat
Islam dan itu adalah salah satu penyebab
paling besar dalam kasus bunuh diri.
Negara dalam sistem Islam pun akan membuka lapangan
pekerjaan sebanyak- banyaknya bagi rakyat agak terhindar dari beban hidup yang mengimpit
yang mengakibatkan lemahnya mental, karena
sistem pendidikan Islam di samping berbasis Akidah Islam namun juga akan
mampu melahirkan SDM-SDM yang ahli dalam berbagai bidang, begitu pun dalam
sistem sosial negara akan memberikan pengetahuan kepada masyarakat bagaimana
tentang tata cara pergaulan dalam Islam yang sesuai dengan syariat agar tidak
terjadinya kemaksiatan, negara pun akan memberikan sanksi tegas yang akan bisa
memberikan efek jera bagi si pelaku dan agak tidak terulang kesalahannya yang
sama kepada yang lain.
Hanya dengan menerapkan sistem Islam secara keseluruhan yang
dapat menjadi solusi bagi permasalahan umat saat ini, karena negara dalam Islam
sangat berperan penting dalam menjaga dan menciptakan suasana yang penuh dengan
ketaatan kepada Allah, negara betul-betul mampu menjalankan tugas secara adil
serta amanah dan bertanggung jawab, dari sinilah terciptanya kehidupan yang
penuh dengan keimanan yang akan mewujudkan kehidupan yang sejahtera aman
sentosa sesuai dengan syariat Islam.
Wallahu alam bi’sawab.
Oleh : Iske, Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 5
















