Mengkhawatirkan, Perundungan Anak Makin Marak

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Seorang anak kepalanya berlumuran darah akibat ditendang dan terkena benturan batu, setelah itu diceburkan ke dalam sumur. Peristiwa itu terjadi di kampung Sadang Sukaasih, Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay Bandung (CNN Indonesia, 26/6/2025).
 
Peristiwa bermula ketika kedua temannya dan seorang laki-laki dewasa berkumpul di Sadang Sukaasih. Saat itu, korban dipaksa meminum tuak. Korban sempat menolak, tetapi terus dipaksa dan meminumnya setengah gelas. Hal itu disampaikan oleh Kapolsek di saat konfirmasi.
 
Tak hanya dipaksa minum tuak, korban dipaksa pula merokok. Ketika hendak pulang, ia malah ditendang oleh salah satu temannya hingga tersungkur. Kepalanya terkena batu hingga bercucuran darah. Dalam kondisi itu, korban digusur dan dimasukkan ke dalam sumur.
 
Korban berumur 13 tahun, sementara temannya sebagai pelaku berumur 12 dan 13 tahun. Sedangkan pelaku dewasa yang bernama Firmansyah berumur 20 tahun, warga Kampung Sadang Sukaasih, Bandung. Peristiwa tersebut sudah ditangani oleh Satreskrim Polresta Bandung.
 
Kasus perundungan (bullying) makin marak terjadi di negeri ini dan viral di media sosial. Perundungan acap kali dilakukan oleh seorang yang agresif, merasa diri lebih kuat dan biasanya dengan tujuan negatif (tidak baik), semata-mata ingin merendahkan orang lain.
 
Mirisnya, perundungan bukan hanya dilakukan oleh siswa sekolah menengah saja, tetapi sudah sampai pada tingkat SD. Kasus bullying ini seakan sudah menjadi tren, bahkan sudah mengarah ke tindak kriminal. Dampak atau pengaruhnya sungguh mengerikan.
 
Percaya atau tidak, ini merupakan salah satu bukti gagalnya aturan (regulasi) dan lumpuhnya sistem sanksi di negeri ini, yaitu kegagalan sistem pendidikan yang berlaku serta penerapan sistem kapitalisme yang menjauhkan agama dari kehidupan.
 
Sekularisme dan kapitalisme nyata menjadi penyebab rusaknya segala sendi kehidupan. Moralitas generasi penerus pun dirusak, miris sekali.
 
Artinya, benar dan salah sudah tidak dijadikan masalah. Haram dan halal sudah tidak dijadikan sebagai tolok ukur dalam hidup. Akhirnya, tidak terlintas dalam benak rasa takut dan malu akan aturan Allah SWT.
 
Kehadiran negara sangat diperlukan untuk turun tangan demi  menyelamatkan generasi dari degradasi moral yang sangat mengkhawatirkan. Pendidikan mutlak dibutuhkan dan ini merupakan tanggung jawab bersama, baik keluarga, masyarakat, maupun negara.
 
Negara paling bertanggung jawab dalam menyusun kurikulum pendidikan yang benar di segala level, termasuk pendidikan keluarga agar lahir generasi yang bisa memajukan negara. Hanya sistem pendidikan Islam yang bisa dijadikan sebagai solusi dari persoalan yang semrawut seperti sekarang ini.
 
Solusi Islam atas Perundungan
 
Islam telah memberikan solusi atas kasus perundungan, di antaranya:
 
Pertama, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kasih sayang kepada anak-anak.
 
Kedua, membantah sesuatu yang bertentangan dengan cara yang baik (hikmah).
 
Ketiga, menjaga lisan dan perbuatan menurut aturan Allah.
 
Keempat, selalu mengajarkan anak untuk selalu berkomunikasi dengan orang tua.
 
Kelima, mengajak anak untuk bermusyawarah dalam hal apa pun.
 
Keenam, berjuang untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah. Wallahu a’lam bishawab.

Oleh: Ica
Sahabat Tinta Media

Views: 26

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA