Mimpi Keadilan Sistem Demokrasi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Mengharapkan kesejahteraan 
pada sistem demokrasi merupakan mimpi. Karena sesungguhnya secara
fakta,  sejak berdirinya demokrasi tidak
pernah ada negara satu pun yang menerapkan demokrasi itu rakyatnya Makmur.

Lihat saja negara adidaya dunia yang menerapkan demokrasi
saat ini, mereka  memiliki salah satu
tingkat kemiskinan tertinggi di dunia maju, meskipun kekayaan kolektifnya, dan
bebannya jatuh secara tidak proporsional pada komunitas kulit berwarna.

Fakta tersebut menjadi bukti bahwa sistem demokrasi hingga
hari ini belum membawa kemaslahatan bagi rakyatnya.  Kemiskinan terjadi dinegara yang menjadi
penguasa dunia.  Maka logikanya jika sistem
tersebut diterapkan oleh yang berkuasa saja gagal menyejahterakan rakyatnya,
lantas bagaimana negara yang mengikutinya pasti juga akan gagal.

Lantas bagaimana rakyat ini bisa bertahan dengan sistem yang
rusak dan menyengsarakan mereka hari ini. Itu dikarenakan rakyat hari ini
selalu ditipu oleh janji manis para pemimpin negara. Karena pada setiap pemilu
yang ada, rakyat selalu berharap perubahan 
dengan bergantinya para pemimpin. Padahal jika ditelisik maka pilihan
rakyat tidak akan berpengaruh pada hasil pemilihan. Karena sesungguhnya yang
menang adalah hanya boneka bukan tuannya.

Buktinya Ketika kita melihat mereka yang telah jadi, berapa
banyak janji mereka yang tertepati dan menguntungkan rakyat. Malah justru yang
kita lihat adalah penindasan terhadap rakyat. Seperti Papua contohnya, disana
terdapat gunung yang berisi emas (Freeport), akan tetapi Ketika melihat warga Papua
justru yang kita lihat adalah kemiskinan. Gunung tersebut seakan akan tak
berdampak pada kehidupan warganya. Oleh karena itu berharap kesejahteraan pada sistem
demokrasi  merupakan sebuah angan-angan
belaka yang sulit terwujud.

Fakta ini berbanding terbalik dengan kehidupan dimasa lalu,
Ketika Islam menjadi dasar negara. Seluruh rakyat yang ada menjadi Sejahtera,
bahkan sekelas hewan pun menjadi Makmur pada zaman tersebut, terutama Ketika
Umar bin Abdul Aziz berkuasa menjadi khalifah.

Ini menunjukkan bahwa kita harus kembali pada sistem yang
diterapkan pada zaman tersebut, yakni zaman ketika syariat Islam diterapkan
secara sempurna. Karena salah satu faktor rusaknya demokrasi adalah saat hukum
Allah diletakkan di bawah kaki pejabat negara. Sehingga muncullah segala
permasalahan.

Oleh karena itu, segala permasalahan yang hadir hari ini bisa
diatasi dengan peraturan terbaik dari tuhan yang maha baik. Seperti masalah
kemiskinan, Islam mengatur tentang hak milik umum dan negara. Jadi Ketika ada
gunung emas seperti Freeport maka itu akan dikelola oleh negara dan hasilnya
akan dibagikan kepada rakyat sehingga rakyatnya menjadi makmur.

Maka, kebutuhan umat dan rakyat hari ini adalah sebuah sistem
yang berhasil menjadikan mereka Sejahtera selayaknya zaman Umar bin Abdul
Aziz.  Itu semua bisa terjadi ketika sistem
ini dikembalikan pada sistem khilafah yakni aturannya berlandaskan Al-Qur’an dan
sunnah karena keduanya berasal dari pencipta yang lebih mengetahui apa yang
dibutuhkan makhluknya.

Jadi, tidak ada kata lain untuk menolak system yang bersumber
dari pencipta. Karena system buatan manusia ini telah bobrok maka dari itu
waktunya kita kembalikan semua kepada sang pencipta yang maha tau.[]

Oleh: Muhammad Amrulah Azzaky Ali, Santri kelas XI IBS Al AMRI

Loading

Views: 13

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA