Tinta Media – Video perjuangan dua orang bidan menaiki alat berat saat menuju puskesmas menuai banyak perhatian dari netizen. Diduga penyebab utamanya ialah rusaknya jalan di daerah yang mereka lewati. Sehingga mereka terjebak didalam jalan berlumpur, keduanya pun terhalang melanjutkan perjalanan. Namun, kebetulan lokasi tersebut sedang ada pengerjaan perbaikan jalan. Beruntungnya, ada seorang petugas pengendali vibro poller yang bersedia memberikan tumpangan kepada keduanya. Akhirnya, Keduanya dapat melayani ibu-ibu hamil di puskesmas (tribunnews.com, 22-11-2024).
Kejadian ini menunjukkan bahwa didapatinya jalan yang rusak dan tak layak pakai di daerah Indonesia. Bahkan hal yang serupa ditemukan hampir diseluruh daerah di Indonesia. Pemerintah pun tak segera terjun memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Juga tak adanya penanggulan sejak awal agar jalan di Indonesia memiliki kualitas yang memadai. Meskipun masyarakat telah memberikan beribu-ribu kritik dan masukan. Pemerintah tetap tak menanggapi.
Tak Serius Mengurusi Rakyat
Hal ini tak mengherankan, karena selama ini pemerintah selalu menyerahkan proyek yang berkaitan dengan kemaslahatan masyarakat kepada pihak swasta. Pemenuhan kebutuhan masyarakat selalu dikormelsialkan oleh negara. Semata-mata negara berperan sebagai fasilitator dan regulator para pihak swasta, sedangkan swasta berperan penuh memenuhi infratrukstur kebutuhan masyarakat dengan asas untung dan rugi.
Padahal, jalan merupakan kebutuhan vital bagi seluruh masyarakat. Jalan merupakan prasarana bertransportasi yang digunakan untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah yang lain, juga merupakan faktor pendukung dalam melaksanakan segala kegiatan. Mulai dari kegiatan ekonomi, sosial, pendidikan sampai kesehatan. Ini memberikan pengertian bahwa jalan yang memiliki kualitas memadai mutlaq wajib dipenuhi oleh negara.
Namun, karena negara ini menggunakan asas kapitalistik, sangat sedikit kemungkinan jalan berkualitas memadai dapat terwujud. Sejak dulu sampai sekarang, jalan- jalan di negeri ini terbukti mudah rusak meskipun telah dilakukan perbaikan berkali-kali. Ini disebabkan tak adanya integritas pada regulasi dan orang-orang pemegang tanggung jawab persoalan kemaslahatan rakyat termasuk persoalan jalan.
Islam Menjamin Infrastuktur
Berbanding terbalik dengan Islam, Islam selalu membuktikkan bahwa ia adalah negara yang serius dalam menyejahterahkan rakyatnya. Dapat dilihat dari regulasi dan pemimpin yang terlahir dari negara Islam. Misalnya, khalifah umar ra. saat memangku kepemimpinan beliau sangat bertanggung jawab atas kepemimpinanya. Sampai beliau mengkhawatirkan dan cemas jika ada seekor keledai yang melintas di wilayah kekuasaanya kemudian terperosok akibat melintasi jalan yang rusak.
Islam betul-betul memandang jalan sebagai kebutuhan vital dan primer bagi masyarakat. Sehingga negara pasti aka membagun jalan dengan kualitas terbaik. Biaya yang digunakan diambil dari baitul mal. Namun, apabila dan di baitul mal kosong negara diperbolehkan untuk mengambil hutang. Dengan syarat hutang ini akan segera dikembalikan ketika baitul mal sudah memiliki cukup dana dan dibayarkan tanpa ada bunga sedikitpun. Ini membuktikan bahwa jalan mutlaq harus dipenuhi oleh negara.
Ini juga membuktikan bahwa Islamlah satu-satunya yang dapat memerikan fasilitas kemaslahatan masyarakat secara sempurna. Rakyat tak akan dibiarkan hidup merana. Negara Islam selalu memiliki regulasi yang terintegritas dalam melayani rakyatnya. Pemimpin yang berkuasa hanyalah insan yag bertaqwa dan mulia, dan tak mengharapkan sesuatu apapun keculia ridho Allah SWT. semata. Oleh karena itu, Saatnya menegakkan kembali negara Islam, karena hanya Islam lah yang dapat mewujudkan kehidupan mulia nan sejahtera.
Waalhua’lam bisshawab.
Oleh: Fatimah Nurul Jannah
(Aktivis Dakwah)
![]()
Views: 34
















