Pernikahan Dini: Sistem Kapitalisme versus Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kementerian Agama Kabupaten Bandung memperhatikan pernikahan anak di bawah umur karena memiliki risiko yang signifikan, seperti psikologis yang belum matang dan konsekuensi lain yang merugikan, termasuk dampak pada kesehatan reproduksi. Pada 2024, tercatat ada 90 permohonan dispensasi nikah anak di bawah usia yang disyaratkan, yaitu 19 tahun.

Untuk mencegah pernikahan dini, Kemenag Kabupaten Bandung memiliki program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) yang menyasar remaja di sekolah dengan sosialisasi tentang dampak negatif pernikahan dini. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada remaja tentang pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang. Selain itu, penyuluhan juga dilakukan kepada masyarakat umum untuk mencegah pernikahan anak di bawah usia 19 tahun. Dengan demikian, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menunda pernikahan dini dapat meningkat. (Ayobandung.com, 14/08/2025)

Melihat kondisi generasi muda Muslim saat ini yang tumbuh dalam sistem kapitalisme liberal, tidak mengherankan jika banyak yang terjebak dalam perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Kehidupan mereka dipenuhi dengan pengaruh sekuler liberal yang menghilangkan identitas mereka sebagai Muslim. Akibatnya, perilaku yang terbentuk tidak sesuai dengan norma agama yang seharusnya menjadi pedoman.

Kebebasan pribadi dan berekspresi yang tidak terkendali dapat menjadi konsumsi publik, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Hal ini menyebabkan berbagai masalah generasi, seperti pergaulan bebas, seks bebas, pacaran, kehamilan di luar nikah, aborsi, perceraian, dan kekerasan dalam hubungan. Pertanyaan yang muncul adalah, mengapa ide sekuler liberal ini dapat dengan mudah mempengaruhi kaum muda?

Penyebaran ide sekuler liberal ini sangat cepat karena kurangnya kontrol negara dalam melindungi generasi muda. Negara membiarkan tayangan film yang tidak pantas ditonton oleh anak muda dengan dalih sebagai pendidikan seks. Namun, isi tayangan tersebut justru mempromosikan perilaku menyimpang dan memicu masalah baru.

Selain itu, tempat-tempat wisata dan hiburan juga tidak memiliki aturan yang ketat untuk mencegah perzinaan di kalangan muda. Akibatnya, perzinaan terus meningkat di kalangan remaja. Kurangnya kontrol dan regulasi yang efektif memungkinkan penyebaran ide sekuler liberal ini terus berkembang.

Tak hanya itu, pengaruh media sosial terhadap perilaku generasi muda juga sangat signifikan. Kurangnya pengawasan terhadap konten media massa memungkinkan akses bebas ke materi yang tidak pantas, termasuk pornografi. Hal ini diperparah dengan meningkatnya akses ke situs pornografi.

Negara yang menganut sistem kapitalisme liberal lebih memprioritaskan keuntungan materi daripada melindungi generasi muda dari pengaruh negatif. Dengan demikian, negara tidak memberikan edukasi yang tepat tentang pernikahan dan tidak melindungi generasi muda dari faktor-faktor yang memicu pergaulan bebas.

Sementara itu, negara malah memberlakukan undang-undang yang mempersulit pernikahan dini, tanpa memberikan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah generasi muda. Hal ini menyebabkan masalah yang ada tidak berkurang, bahkan memunculkan masalah baru. Sistem kapitalisme liberal sepertinya tidak mampu menciptakan ketenteraman hidup bagi generasi muda.

Sistem Islam kaffah di bawah institusi Khilafah islamiah menawarkan pendekatan yang berbeda dalam mengatur pernikahan dan kehidupan masyarakat. Islam tidak menetapkan batas minimal usia pernikahan, tetapi lebih fokus pada kesiapan mental dan fisik individu yang telah balig.
Negara khilafah juga memberikan pendidikan yang berkualitas dan berbasis nilai-nilai Islam untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia.

Selain itu, kontrol terhadap konten yang dikonsumsi masyarakat dilakukan berdasarkan hukum Islam untuk menjaga akal dan jiwa generasi. Dengan demikian, sistem Islam kaffah menawarkan solusi yang komprehensif untuk mengatasi masalah pernikahan dan kehidupan masyarakat. Ini jauh berbeda dengan sistem kapitalisme liberal yang lebih memprioritaskan kebebasan individu tanpa kontrol yang memadai. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Rukmini

Sahabat Tinta Media

Views: 19

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA