Konten Asyik Bikin Remaja Lemah Hati

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Saat ini dunia seolah terbagi dua: dunia nyata dan dunia maya. Semua usia dan kalangan dituntut mampu menggunakan teknologi, terutama internet, media sosial, dan berbagai konten digital. Kemajuan teknologi ini sejatinya merupakan hasil perkembangan pemikiran manusia yang luar biasa dan memberikan kemudahan dalam setiap aktivitas. Mencari informasi apa pun kini mudah melalui teknologi, bahkan berkomunikasi dengan teman lintas negara pun bisa dilakukan. Namun, tidak semua kemajuan membawa manfaat; selalu ada kekurangan, bahkan dapat menjadi sumber bencana. Pemanfaatan teknologi yang tidak tepat dapat menimbulkan kerusakan di masyarakat (Kompas.com, 20/11/2025).

Kerusakan dapat menimpa semua usia pengguna teknologi, terutama di dunia media sosial dan konten yang disuguhkan. Yang paling rentan adalah generasi muda dan anak-anak. Alih-alih ingin menjadikan anak cerdas, orang tua kadang justru tidak didukung oleh sistem yang ada. Banyak orang tua memfasilitasi internet agar anak belajar mengikuti zaman, tetapi dalam sistem yang salah ini justru ada pihak yang memanfaatkan ruang digital untuk mencari materi dengan cara tidak halal—seperti menyuguhkan konten yang jelas dilarang dalam Islam: pornografi, judol, pinjol, cyberbullying, dan sebagainya. Banyaknya konten yang tidak sesuai syariat dalam ruang digital menjadi penyebab rusaknya mental generasi saat ini. Konten buruk memengaruhi cara berpikir, bersikap, hingga beragama. Emosi menjadi tidak stabil, kecerdasan menurun karena anak lebih tertarik pada dunia digital yang menyenangkan daripada belajar. Akhirnya generasi menjadi lemah, acuh terhadap lingkungan, bahkan tidak peduli terhadap kondisi negara yang kini berada di ujung tanduk.

Semua ini tentu tidak berdiri sendiri. Ada individu yang kurang memahami agama, masyarakat yang semakin individualis, dan negara yang abai terhadap isi konten. Tidak adanya pembatasan dan pengawasan ruang digital terjadi karena diterapkannya sistem yang salah, yaitu kapitalisme sekuler. Sekularisme adalah pemisahan agama dari kehidupan, sehingga ketika beraktivitas di ranah publik, agama tidak digunakan sebagai pedoman. Akibatnya, dunia digital pun terdampak: tontonan pornografi dianggap ranah umum, aplikasi judi online juga dianggap ranah umum, dan agama dilarang ikut campur. Sekularisme meracuni pemikiran kaum muslim; kini mereka disuguhi tontonan yang jelas dilarang agama, tetapi negara tidak melakukan pencegahan atau menutup konten negatif tersebut. Inilah realitas negara yang menerapkan sistem sekuler. Sistem ini sangat berbahaya sebab tujuan utamanya adalah mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya tanpa peduli kerusakan yang ditimbulkan.

Solusi Hakiki

Kerusakan generasi muslim yang split personality, rapuh, dan sekuler hanya dapat diperbaiki dengan sistem yang kuat, yaitu sistem Islam. Generasi yang dibentuk oleh Islam memiliki akidah yang kukuh sehingga mampu membedakan baik dan buruk, terpuji dan tercela. Sistem pendidikannya fokus membentuk generasi berkepribadian Islam dengan pola pikir dan pola sikap Islam. Masyarakat yang islami berakar pada budaya amar makruf nahi mungkar, ditambah sistem negara yang mendukung—akan membentuk generasi dengan kepribadian tangguh dan adab yang baik.

Negara berperan sebagai raa’in dan junnah (pengurus dan pelindung) bagi rakyatnya. Kebijakan yang dibuat memastikan perlindungan bagi seluruh warga, baik di dunia nyata maupun maya. Negara Islam akan ketat menyaring masuknya konten-konten merusak dengan teknologi tercanggih serta menjadikan ruang digital sebagai sarana pendidikan dan penguat dakwah.

Departemen penerangan akan dibentuk oleh negara Islam untuk memastikan seluruh konten yang memasuki ruang digital dipantau dan diuji kelayakan tayangnya berdasarkan standar hukum syarak. Dengan penerapan aturan yang benar, akan lahir generasi hebat, unggul, dan berprestasi. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Ummu Hafiy,

Pemerhati Remaja

Loading

Views: 37

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA