Kriminalitas Makin Kronis, Butuh Solusi Komprehensif

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Kriminalitas Makin Kronis, Butuh Solusi Komprehensif

Tinta Media – Pemberitaan akan kasus kriminalitas masih selalu ada setiap harinya, mulai dari kasus
pencurian, pelecehan seksual, bullying sampai dengan pembunuhan yang terjadi secara sadis. Seperti yang belum lama terjadi di Ciamis, Jawa Barat seorang
suami dengan tega membunuh istrinya bahkan bukan hanya membunuh namun juga
pelaku memutilasi mayat sang istri yang kemudian menawarkan potongan bagian
tubuh istrinya kepada para tetangga. Kasus bullying yang terjadi di lingkungan
sekolah pun semakin memprihatinkan bahkan tak jarang kasus bullying juga
menyebabkan korbannya trauma sampai meninggal dunia. Kasus korupsi dilingkungan
pemerintah pun tak ketinggalan seperti yang dilakukan oleh mantan Kementan
berinisial SYL yang tak tanggung-tanggung membiayai segala kebutuhan pribadi
sampai keluarganya menggunakan keuangan negara, para staf pun mengaku takut
sehingga menuruti segala kemauan SYL. Dan masih banyak lagi kasus kriminalitas
yang terus saja terjadi setiap harinya. 

Kasus
kriminalitas yang terjadi tentunya menjadi kekhawatiran ditengah-tengah
masyarakat, para pelaku kejahatan pun nyatanya bukan hanya ancaman dari pihak
luar namun juga berpeluang dari orang terdekat. Motif kriminalitas pun beragam,
cemburu buta, ekonomi yang semakin sulit, tuntunan gaya hidup yang tinggi serta
masih banyak alasan lainnya. Dalam sistem kapitalis saat ini yang memisahkan
kehidupan dengan aturan agama tentunya akan berpeluang terus berulang.
Kehidupan masyarakat yang semakin jauh dari aturan agama, menjadikan setiap
individu merasa bebas dalam melakukan segala tindakan tanpa ada batasan. Selain
itu hukuman yang diberikan kepada para pelaku sebelumnya nyatanya tidak
memberikan efek jera ditengah-tengah masyarakat. Bahkan mirisnya sebagian juga
ditemukan para narapidana kasus besar dapat berkeliling bebas keluar rutan,
ataupun mendapatkan remisi tahanan sehingga masa tahanan lebih cepat dari yang
seharusnya. Sistem sanksi yang tidak menjerakan menjadikan kejahatan
ditengah-tengah masyarakat semakin merajalela. 

Kepuasan
jasmani dan materi menjadi prioritas dalam masyarakat sekuler saat ini, yang
akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Hal ini
tentunya juga berpengaruh dalam pengendalian emosi ketika memiliki kehendak.
Disisi lain sistem pendidikan juga sangat memiliki peran dalam mencetak dan
membentuk pola pikir ataupun tindakan di tengah masyarakat, sistem pendidikan
yang hanya berorientasi pada materi tanpa diimbangi dengan pendidikan agama
sehingga menghasilkan manusia-manusia yang selalu berorientasi pada materi,
sehingga tamak, memaksakan kehendak dan memenuhi nalurinya.  Hal ini
memudahkan seseorang melakukan tindak kriminal atau kejahatan.

Negara
berkewajiban segala aturan bersinergi dengan aturan agama, sehingga masyarakat
Indonesia yang mayoritas beragama muslim memahami Islam menetapkan tujuan hidup
manusia untuk taat pada Allah dan terikat aturannya. Dengan sistem Pendidikan
Islam yang berbasis akidah Islam akan terbentuk pribadi mulia yang beriman
Allah dan pada hari akhir sehingga menjaga diri dari kemaksiatan atau
kejahatan. 

Oleh:
Putri YD,
Sahabat
Tinta Media

Loading

Views: 8

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA