Tinta Media – Hizbut Tahrir Pakistan (HTP) mengungkap kegelisahan Partai Bharatiya Janata (BJP) terhadap warisan Muslim India yang luas.
“Kegelisahan BJP terkait erat dengan warisan Muslim India yang luas, yang terus mendominasi lanskap sejarah dan estetika negara tersebut,” ungkap perwakilan HTP dalam broadcast melalui situs resmi hizb-ut-tahrir.info, Selasa (28/10/2025).
Adapun warisan tersebut, lanjutnya, mencakup dari kemegahan arsitektur Mughal—Taj Mahal dan Benteng Merah Delhi—hingga kehalusan puisi Urdu dan musik klasik, yang merupakan kontribusi Muslim tak terbantahkan dan abadi hingga hari ini.
“Namun, justru visibilitas inilah yang memicu rasa rendah diri BJP. Tak mampu menghapus warisan ini, BJP berupaya mengganti nama, membingkai ulang, atau membayanginya secara politis, mengganti nama kota, menulis ulang buku teks, dan mempertanyakan monumen-monumen bersejarah,” tuturnya.
Menurutnya, di sinilah kompleks inferioritas mengambil bentuk institusional. “Proyek Hindutva BJP meskipun diproyeksikan sebagai kebangkitan budaya, namun pada dasarnya bersifat reaktif, sebuah gerakan yang didefinisikan bukan oleh apa yang diperjuangkannya, melainkan oleh siapa yang ditentangnya,” tutur perwakilan HTP.
Gerakan ini, bebernya, membingkai sejarah sebagai narasi korban Hindu dan dominasi Muslim yang berusaha membalikkan keseimbangan itu melalui kekuatan politik.
“Setiap penegasan visibilitas Muslim, entah itu masjid, kopiah, atau kini slogan, menjadi pengingat simbolis akan penaklukan yang dibayangkan itu,” pungkasnya.[] Setiyawan Dwi
Views: 48
















