FDMPB: Hijrah Memberi Pelajaran Penting Penegakan Daulah Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra menilai Selain inspirasi misi persatuan umat, peristiwa hijrah juga memberikan pelajaran penting yakni misi penegakan daulah Islam sebagai institusi syar’i bagi kaum Muslimin.

“Selain inspirasi misi persatuan umat, peristiwa hijrah juga memberikan pelajaran penting yakni misi penegakan daulah Islam sebagai institusi syar’i bagi kaum Muslimin,” ujarnya kepada Tinta Media Ahad (29/6/25).

Ia beralasan, dengan tegaknya Daulah Islam di Madinah yang dipimpin Rasulullah SAW kaum muslimin menjadi kaum yang kuat, mulia, dan maju, merdeka, terlepas dari berbagai bentuk kezaliman yang dilakukan musuh-musuh Allah.

“Dalam konteks ini, makna hijrah adalah perpindahan dari wilayah kufur ke wilayah iman. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Ar-Raghib al-Ashfahany (w. 502 H), bahwa hijrah berarti keluar dari dârul kufr (wilayah yang menerapkan hukum-hukum kufur) menuju Dârul Îmân (wilayah yang menerapkan hanya hukum-hukum Islam) (Al-Ashfahâny, Al-Mufradât fii Gharîb al-Qur’ân, hlm. 833),” tuturnya.

Pembentukan negara yang berdaulat dan disegani serta memberikan perlindungan bagi umat, lanjutnya, adalah makna “Sulthaan[an] Nashiira” (kekuasaan yang menolong). Kekuasaan ini, ucapnya, telah diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi SAW dalam bentuk negara, sistem dan kekuasaan Islam (Negara Islam).

“Negara Islam inilah yang benar-benar menolong dan memenangkan Islam dan kaum Muslim. Pasca Nabi saw., negara Islam ini yang kemudian disebut dengan Khilafah Islam menjadi negara adidaya di seluruh dunia sepanjang empat belas abad,” bangganya.

Kedigjayaan Khilafah Islam ini, sambungnya, terus berlangsung di bawah kepemimpinan Khulafaur-Rasyidin dan para khalifah berikutnya. “Para Khalifah ini hanya menerapkan syariat Islam. Mereka juga terus berupaya meluaskan penyebaran Islam. Di bawah Khilafah Islamiyah kaum Muslim pun bersatu selama berabad-abad dalam ikatan ukhuwah islamiyah. Kekuatan kaum Muslim pun amat disegani. Para Khalifah pada masa lalu selalu sigap membela dan melindungi kehormatan Islam serta kaum Muslim,” jelasnya.

Khilafah

Ahmad juga membeberkan makna Khilafah, yaitu sistem pemerintahan Islam yang memimpin umat dengan menerapkan syariat secara menyeluruh (kaffah) dalam segala aspek kehidupan, politik, hukum, ekonomi, sosial, dan hubungan luar negeri.

“Bagi banyak umat Islam, Khilafah adalah simbol persatuan, pelindung Islam, dan pelaksana syariat secara utuh. Tanpa Khilafah, umat Islam terpecah dalam negara-bangsa dan sistem sekuler yang jauh dari nilai-nilai Islam,” bebernya.

Khilafah lanjutnya, adalah negara manusiawi, bukan negara ilahi (teokrasi), kedaulatan hukum ada di tangan Allah, sementara kekuasaan di tangan seorang Khalifah yang bertugas melaksanakan hukum Islam secara kaffah.

“Kaum muslimin sedunia, meski beda suku dan bangsa, namun memiliki kesamaan, yakni Tuhan yang satu, Rasul yang satu, kiblat yang satu, kitab yang satu, maka mestinya juga bendera yang satu dan negara yang satu,” harapnya.

Islam, terangnya, tidak menghapus identitas budaya, tapi menghargainya selama tidak bertentangan dengan nilai tauhid. ”Konsep rahmatan lil ‘alamin adalah tawaran Islam untuk menciptakan perdamaian global berbasis keadilan,” imbuhnya.

Terakhir ia menegaskan, Khilafah mendorong pencarian ilmu dan eksplorasi alam. ”Di masa keemasan peradaban Islam, kemajuan sains, matematika, kedokteran, dan filsafat, luar biasa. Spirit inilah yang bisa membimbing kembali arah kemajuan hari ini agar tidak kosong dari nilai,” pungkasnya. [] Setiyawan Dwi

Views: 10

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA