Tinta Media – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra meyakini sistem pendidikan Islam yang bertujuan membentuk individu yang memiliki keseimbangan antara ilmu dunia dan akhirat akan melahirkan generasi emas dan mengantarkan pada terwujudnya peradaban emas.
“Saya yakin dengan sistem pendidikan Islam yang bertujuan membentuk individu yang memiliki keseimbangan antara ilmu dunia dan akhirat akan melahirkan generasi emas dan mengantarkan pada terwujudnya peradaban emas,” ujarnya kepada Tinta Media, Senin (25/11/2024).
Keyakinan Ahmad ini muncul karena dalam sistem pendidikan lam juga membentuk karakter mulia sesuai nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah serta tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada aspek spiritual, moral, sosial, dan emosional.
“Selain itu, misi sistem pendidikan Islam adalah untuk menanamkan keyakinan kepada Allah SWT sebagai dasar kehidupan, membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab, menghasilkan individu yang paripurna (insan kamil) dengan keseimbangan antara spiritual, intelektual, dan sosial atau output peserta didik yang memiliki pola pikir dan pola sikap Islam, dan mendorong umat untuk mencari ilmu sebagai bentuk ibadah, sesuai hadis Nabi riwayat Ibnu Majah yang menyebutkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim,” bebernya.
Dengan asas kurikulum akidah Islam, lanjutnya, akan menjadi asas yang mendasar bagi kehidupan seorang muslim, negaranya, hubungan antar sesama Muslim, aturan, dan masyarakat pada umumnya.
“Atas semua asas Islam inilah disusun kurikulum atau mata pelajaran beserta teori dan metode pendidikan di sekolah dasar, menengah, maupun di perguruan tinggi. Dengan memadukan ilmu agama dan duniawi, sistem ini tidak hanya membentuk individu yang cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki akhlak mulia, yang pada akhirnya mampu berkontribusi untuk kebaikan umat manusia,” urainya.
Peran Guru
Ahmad melihat bahwa pendidikan juga tidak bisa terlepas dari peran guru yang memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam peradaban Islam. Para guru adalah pewaris para nabi, pembimbing moral, dan pelopor peradaban. Selain melahirkan generasi emas, peradaban Islam yang berjaya di masa lalu tidak lepas dari peran guru yang mendidik generasi dengan ilmu pengetahuan,” ulasnya.
Peran guru, lanjutnya, tidak hanya terbatas pada pengajaran ilmu, tetapi juga mencakup pembentukan akhlak dan spiritualitas murid. “Dalam Islam, memuliakan guru adalah bagian dari adab yang harus dijaga oleh setiap individu, karena tanpa guru, ilmu tidak akan berkembang dan peradaban tidak akan maju,” imbuhnya.
Menurutnya, generasi emas sebagai hasil sistem pendidikan Islam dalam sejarah peradaban Islam merujuk pada kelompok manusia yang berperan penting dalam membangun dan memperkaya peradaban Islam di masa kejayaannya.
“Generasi ini terdiri dari para pemimpin, ilmuwan, cendekiawan, ulama, seniman, dan tokoh-tokoh yang berkontribusi besar dalam berbagai bidang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang etnis dan budaya, tetapi bersatu dalam semangat Islam untuk mencari ilmu dan membangun Masyarakat,” bebernya.
Terakhir Ahmad menegaskan, generasi emas dalam sejarah peradaban Islam adalah bukti nyata bahwa Islam mendorong kemajuan ilmu, seni, dan teknologi.
“Mereka menginspirasi dunia dengan karya-karya yang masih relevan hingga kini, menjadi teladan bagaimana iman dan akal dapat berjalan seiring untuk membangun peradaban,” pungkasnya.[] Erlina
![]()
Views: 11
















