Sekularisme Pencetak Generasi Sadis

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Generasi penerus adalah penentu masa depan kejayaan suatu bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki generasi emas, cerdas, dan beriman. Lalu bagaimana jika generasinya adalah generasi sadis? Gak kebayang arahnya mau ke mana. Tapi fakta saat ini memang terjadi bahwa generasi saat ini jauh dari angan kejayaan. Seperti dilansir berita Suara.com (2/12/2024), seorang anak di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, menusuk ayah, nenek, dan ibu dengan sebilah pisau. Peristiwa ini menyebabkan ayah dan nenek tewas. Sedangkan ibu pelaku mengalami luka parah. Pelaku dikabarkan masih berusia 14 tahun. Sangat miris membaca berita ini. Hati nurani anak hilang sampai berani membunuh orang tuanya. Padahal jasa dari orang tuanya sangat banyak.

Hal ini mungkin saja terjadi karena saat ini kita hidup di sistem kapitalis sekuler. Di mana paham yang dianut adalah pemisahan agama dari kehidupan. Faktor yang menjadi penyebab tumbuhnya anak remaja dengan krisis identitas karena ada beberapa hal.

Pertama, didikan orang tua yang bersifat toxic parenting. Toxic parenting adalah pola asuh orang tua dengan perilaku yang kasar dan dengan kekerasan sehingga dapat melukai psikologis sang anak dan menyebabkan gangguan kesehatan mental. Orang tua yang minim pemahaman agamanya cenderung melakukan toxic parenting karena beban hidup yang menimbulkan tingkat stres tinggi dan hal ini berdampak ke pada pola asuh. Orang tua hanya membekali anaknya dengan materi tapi tidak dengan pemahaman Islam. Sangat minim pendampingan di saat anak mulai mencari jati diri.

Lingkungan pergaulan anak juga mempengaruhi perilaku si anak serta konsumsi media sosial yang saat ini sangat mudah diakses oleh anak juga mempunyai andil besar dalam pembentukan pola pikir anak.

Kedua, masyarakat yang bersifat individual. Sikap acuh pun diterapkan maka tidak terjadi saling menjaga dan mengingatkan di antara saudara dan tetangga.

Dan ketiga. Abainya negara. Negara begitu abai dengan generasinya seperti sistem pendidikannya yang masih belum bisa mencetak generasi yang beradab. Jangkauan tontonan anak lewat media sosial dari gadget yang bebas tanpa kendali negara. Akibatnya sekarang ini tontonan menjadi tuntutan. Di mana tontonan yang disuguhkan jauh dari ajaran Islam.

Solusi Islam

Generasi emas adalah generasi yang telah tampak sejak kecil. Karena cikal bakal pemimpin adalah dari kecil sudah terdidik menjadi seorang pemimpin yang amanah. Tentulah solusi permasalahan divatas bisa diatasi hanya dengan penerapan Islam. Dengan sistem Islam keluarga akan dijamin kesejahteraannya sehingga para orang tua bebannya akan terkurangi dan tingkat stres juga menurun.

Keluarga berperan sesuai fitrahnya yaitu sebagai tempat pendidikan pertama dan utama di masa golden age anak. Sudah seharusnya orangtua menerapkan ajaran Islam kepada anak. Dengan begitu anak akan mendapat lingkungan keluarga yang baik karena orang tuanya memberikan kasih sayang. Ajaran Islam menuntut orang tua memberikan pengayoman dan pendidikan yang baik buat anak. Islam melarang menerapkan sistem toxic parenting.

Rasulullah SAW. dalam sebuah riwayat pernah berkata, ”Sesungguhnya, setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci (fithrah, Islam). Dan karena kedua orang tuanyalah, anak itu akan menjadi seorang yang beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”

Adanya masyarakat yang sholeh juga akan berperan selalu menjaga, mengondisikan, dan berlomba lomba untuk beramar ma’ruf nahi Munkar. Lingkungan menerapkan sistem pergaulan Islam, sehingga di dalam masyarakat akan tumbuh jiwa anak menjadi beriman dan bertaqwa.

Selanjutnya peran negara juga dibutuhkan karena negara akan menerapkan sistem pendidikan berlandaskan akidah Islam. Anak anak akan dikuatkan akidah Islamnya dan diajarkan adab sebelum ilmu. Karena pemimpin adalah penanggung jawab atas rakyat nya.

 

Oleh: Ummu Hafiy
Pemerhati Remaja

Loading

Views: 10

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA