Tinta Media – Para Zionis serang Gaza dari darat pada Rabu (19/3/2025), setelah mengeluarkan ancaman kepada penduduk di wilayah tersebut. Konflik di Gaza sempat mereda sejak 19 Januari 2025, ketika tahap pertama perjanjian gencatan senjata diberlakukan. Hamas mengklaim telah mematuhi ketentuan perjanjian tersebut, dengan rencana awal bahwa tahap kedua gencatan senjata akan dimulai pada Maret. Namun, pada Senin malam, 17 Maret 2025 dan Selasa (18/3/2025), para Zionis serang Gaza dari udara dengan skala besar terhadap target Hamas.(Beritasatu.com)
Isu Palestina hingga kini belum usai dan masih berlanjut. Kabarnya, Zionis Yahudi sedang melakukan gencatan senjata selama bulan Ramadan. Namun, serangan tetap saja dilakukan oleh Zionis Yahudi di wilayah Nuseirat. Mereka mengebom sehingga membuat banyak warga yang panik dan ketakutan. Serangan itu sudah menelan banyak korban jiwa. Rakyat Palestina berjuang untuk bertahan melawan Zionis Yahudi.
Problem tentang Palestina kini sudah sistemik dan harus diselesaikan dengan solusi yang bisa membebaskan rakyat Palestina dari Zionis yang ingin merebut wilayah Palestina. Jika dilihat dari segi sistem kepemimpinan dalam negara, tidak ada satu pun negara yang bisa menuntaskan permasalahan konflik Palestina dengan para Zionis kecuali jika hadir di tengah-tengah kehidupan dengan ditegakkan sistem yang bisa menuntaskan konflik Palestina dan Yahudi.
Dengan ditegakkan sistem Islam, maka semua umat akan merasakan keamanan dan semua hak rakyat akan terpenuhi. Tidak heran jika sejarah mencatat bahwasanya dulu semasa daulah Islam masih tegak, tidak ada sama sekali umat yang hidup di dalamnya merasakan kelaparan atau kesengsaraan karena semua jaminan dan hak terpenuhi. Semua itu dilakukan karena Khalifah memiliki tanggung jawab untuk mengurusi rakyat dalam segala aspek.
Demi tegaknya sistem Islam kembali, diperlukan adanya kelompok dakwah yang menyadarkan umat bahwa hanya jihad dan Khilafah yang menjadi solusi atas konflik Palestina dan Zionis Yahudi.
Maka dari itu, sebagai pejuang dakwah, kita terus gencarkan misi mulia, yaitu menegakkan khilafah di muka bumi. Ini karena khilafah memiliki peran yang sangat penting untuk memperbaiki dan meriayah (mengurusi) rakyat seperti yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah saw. ketika daulah Islam tegak di Madinah. Mereka bersemangat dalam berdakwah demi mencapai misi mulia. Wallahua’lam bisshawab.
Oleh: Ayu Septia
Santri Ideologis
![]()
Views: 18
















