Tinta Media – Kemiskinan masih menjadi masalah serius di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia.
Pendidikan adalah hak dasar yang sangat penting bagi setiap individu. Dalam ini, negara memiliki tanggung jawab untuk memenuhinya. Namun realitasnya, masih banyak anak yang tidak bisa bersekolah karena faktor ekonomi dan lain-lain. Perogram Sekolah Rakyat yang digagas oleh pemerintahan Pak Prabowo bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, apakah program ini akan efektif dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan kemiskinan di Indonesia?
Dalam sistem kapitalisme saat ini, pendidikan berkualitas hanya bisa dicapai oleh orang yang mampu. Bahkan, yang memiliki beasiswa pun jika tidak memiliki biaya tambahan, mereka tidak bisa melanjutkan pendidikan, apalagi bagi anak-anak dari keluarga miskin. Mereka tidak mampu melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi.
Dalam perspektif Islam, pendidikan adalah hak dasar anak dan tanggung jawab negara untuk memenuhinya. Pendidikan Islam bertujuan untuk mencetak generasi yang memiliki _syakhshiyah_ (kepribadian) Islam yang kuat, menguasai ilmu terapan, dan siap berdakwah dan berjihad.
Pendidikan Islam juga diharapkan menjadi mercusuar dunia dan kiblat masyarakat internasional. Dalam Islam, akses pendidikan gratis bagi seluruh rakyat, terutama anak-anak dari keluarga miskin adalah penting. Negara harus menyediakan pendidikan gratis bagi seluruh rakyat dan membantu biaya pendidikan untuk membantu mereka mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
Pengembangan kurikulum yang mencakup agama dan moral, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat juga penting. Pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pendidikan anak-anak mereka dan memantau kualitas pendidikan yang diberikan juga perlu dilakukan. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Dalam hal ini, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai potensi mereka.
Oleh: Wina Audina,
Sahabat Tinta Media
Views: 24
















