Tinta Media – Direktur Forum On Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi menilai ada bukti konkret, bahwa genosida Palestina merupakan hasil langsung dari sistem, nilai, dan struktur politik demokrasi Amerika.
“Ya. Ada bukti konkret bahwa genosida Palestina merupakan hasil langsung dari sistem nilai dan struktur politik demokrasi Amerika,” tuturnya kepada Tinta Media, Senin (23/6/2025).
Menurutnya, sistem demokrasi menghasilkan kebijakan genosida lewat mekanisme legal. “Di dalam sistem demokrasi, kebijakan luar negeri ditentukan oleh wakil rakyat di Kongres dan Senat, bukan raja atau diktator.
Amerika mengucurkan lebih dari $14 miliar bantuan militer ke Israel melalui undang-undang resmi, disahkan oleh parlemen (House of Representatives), senat, dan presiden. Artinya, dukungan terhadap Israel bukan keputusan satu orang, tapi hasil sistem demokrasi representatif,” bebernya.
Farid mengatakan, legalitas pembantaian ditetapkan oleh rakyat melalui proses demokratis. Menurut demokrasi, asal disahkan oleh mayoritas parlemen, maka sah secara hukum meskipun secara moral itu pembantaian.
“Parlemen AS yang ‘mewakili rakyat’ berkali-kali menyetujui pendanaan senjata yang digunakan membunuh anak-anak di Gaza. Tidak ada veto moral dalam demokrasi. Jika mayoritas ingin mendukung penjajahan, sistem tetap jalan. Ini membuktikan demokrasi tak mengenal halal-haram, hanya legal-ilegal,” ungkapnya.
Demokrasi AS, lanjutnya, melahirkan keputusan politik imperialis dan militeristik.
“Dalam demokrasi liberal Amerika, kebijakan luar negeri dibentuk oleh kolaborasi antara kongres (rakyat), korporasi senjata (military-industrial complex), dan lobi politik seperti AIPAC (American Israel Public Affairs Committee). Faktanya AIPAC membiayai kampanye para politisi AS yang pro-Israel. Mereka menang pemilu secara demokratis, lalu membentuk undang-undang yang mendukung pembantaian di Gaza,” kritiknya.
Ia menyimpulkan, di antara bencana paling dahsyat yang menimpa umat manusia adalah ide kebebasan umum yang diusung oleh sistem demokrasi. Ide sesat ini telah melahirkan berbagai malapetaka global dan merendahkan derajat manusia di negeri-negeri demokratis hingga lebih hina dari kawanan binatang. [] Novita Ratnasari
Views: 24
















