Mubalighah Depok Ungkap Efek Negatif Penggunaan Digitalisasi bagi Generasi Muslim

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Novia Desti, mengungkapkan terkait efek negatif dari penggunaan digitalisasi yang harus diwaspadai bagi generasi Muslim.

Hal tersebut ia sampaikan di hadapan puluhan peserta mubalighah dari kalangan generasi muda dalam acara “Forum Kajian Keluarga Sakinah: Bersama Membentuk Generasi Muslim Pelopor Perubahan”, pada Ahad (21/12/2025) di Kota Depok.

Efek negatifnya, kata Ustadzah Novia yakni adanya bullying. “Karena standar kehidupan mereka bukan lagi Islam melainkan apa yang mereka lihat dari sosial media, maka perundungan bisa semakin meningkat di media sosial. Ini yang biasa disebut cyber bullying,” ucapnya.

Mengutip harian Kompas, Ustadzah Novia menyebutkan bahwa tercatat 48% anak di Indonesia telah menjadi korban cyber bullying.

“Hampir 50% ya Bu..! Artinya, 2 dari 5 anak mengalami cyber bullying, dan itu tidak bisa terdeteksi oleh Menkomdigi,” sebutnya.

Efek lainnya, ia menyampaikan, meningkatnya pinjol (pinjaman online berbasis bunga/riba) dan judol (judi online).

“Bukan hanya orang dewasa yang melakukan pinjol dan judol, namun anak-anak hari ini pun melakukannya. Saya pernah tanya Bu.. ke anak SMA, ternyata ada temannya yang sudah melakukan pinjol, anak SMA loh Bu,” sesalnya.

Walaupun sebenarnya pinjaman dan judi sudah ada sejak lama, ujarnya, cuma karena digitalisasi prosesnya kini menjadi lebih mudah.

Ia menambahkan, banyak juga anak muda yang terjerat pinjol dan judol karena FOMO (istilah tidak mau ketinggalan tren).

“Nah banyak anak-anak hari ini yang FOMO sama tren-tren yang ada di media sosial akhirnya dia ingin mengikuti tren itu, tapi kan perlu modal ya.. Bu..! Untuk bisa memenuhi ke Fomo-an nya itu Bu, maka mereka melakukan pinjaman online lah. Lalu ketika kefomo-annya tidak bisa terpenuhi, yang ada dia menjadi tertekan, cemas, belum lagi tadi karena pinjol. Mereka enggak mampu bayar, mereka bingung dengan segala tuntutan yang harus mereka penuhi, akhirnya muncullah gangguan mental pada diri generasi muda hari ini,” bebernya.

“Semua itu, karena dia membandingkan dirinya dengan temannya, membandingkan dirinya dengan orang lain, karena standar kebahagiaan mereka adalah bisa mengikuti apa yang trend hari ini. Juga setelah gangguan mental itu Bu.., muncullah ide-ide untuk bunuh diri,” ulasnya prihatin.

Ustadzah Novia pun menegaskan, efek-efek negatif ini terjadi karena sistem sekuler-kapitalisme, yaitu sistem yang menjadikan materi sebagai tujuan hidup.

“Jadi apa pun yang ada materinya, ada keuntungannya, gass gitu katanya Bu..! Enggak mikir lagi halal haramnya karena sekuler, mereka memisahkan urusan-urusan agama dari kehidupannya. Tapi kalau soal tren, enggak usah bawa-bawa agama, agama ya udah di masjid aja kayak pengajian, tapi kalau soal pergaulan sama temannya, ya udah itu enggak usah bawa-bawa agama,” pungkasnya. [] Prasita

Loading

Views: 10

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA