Fordok Muslim: Kapitalisme Menciptakan Sistem yang Memungkinkan Terjadi Korupsi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra menyatakan bahwa kapitalisme menciptakan sistem yang memungkinkan terjadi korupsi.

“Kapitalisme oligarki rakus sering kali menciptakan sistem yang memungkinkan terjadinya korupsi,” tuturnya kepada Tinta Media, Kamis (14/3/2025).

Menurutnya, para oligarki memiliki kekuatan politik dan ekonomi yang besar, yang memungkinkan untuk memengaruhi kebijakan publik dan mendapatkan keuntungan tanpa menghiraukan etika atau hukum,” ujarnya

Ia memaparkan beberapa dampak korupsi yakni bahwa dalam negara yang dikuasai oleh oligarki, dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur atau penanggulangan bencana sering kali diselewengkan. “Politikus atau pejabat yang berhubungan dengan oligarki bisa menerima suap atau terlibat dalam proyek-proyek yang menguntungkan bagi mereka secara pribadi, bukan untuk kesejahteraan rakyat,” tukasnya.

“Dalam banyak kasus, oligarki dapat menggunakan pengaruhnya untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah agar lebih melonggarkan regulasi lingkungan,” imbuhnya.

Dengan demikian, lanjutnya, oligarki bisa merusak lingkungan untuk keuntungan ekonomi tanpa menghadapi konsekuensi hukum yang serius. “Korupsi dalam pemerintahan sering kali membuat proses pengawasan lingkungan tidak efektif,” bebernya.

Ia memandang bahwa para pejabat yang terhubung dengan oligarki mungkin juga menyalahgunakan kekuasaannya untuk memberikan kontrak-kontrak yang merugikan negara kepada perusahaan-perusahaan besar yang dimiliki oleh elite. “Ini menciptakan lingkaran setan di mana korupsi merugikan masyarakat, meningkatkan ketimpangan sosial, dan memperburuk kerusakan lingkungan,” terangnya.

Ia menilai bahwa oligarki sering kali berfokus pada keuntungan pribadinya, kebijakan yang didukung cenderung tidak pro-lingkungan atau pro-masyarakat. “Mereka cenderung mendukung kebijakan yang menguntungkan sektor bisnis mereka, meskipun kebijakan tersebut mungkin merusak lingkungan dan meningkatkan ketimpangan sosial,” ungkapnya.

“Kebijakan yang menguntungkan perusahaan-perusahaan besar sering kali melonggarkan regulasi yang mengatur dampak lingkungan, memperburuk masalah seperti polusi udara dan air, serta kerusakan ekosistem,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa ketika terjadi krisis lingkungan atau bencana alam, respons dari pemerintah yang dipengaruhi oleh oligarki cenderung lambat atau tidak memadai. “Mereka lebih mementingkan kepentingan ekonomi jangka pendek daripada kesejahteraan masyarakat atau lingkungan,” jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa kapitalisme oligarki rakus memiliki dampak yang signifikan terhadap bencana lingkungan dan korupsi. Dengan mengejar keuntungan tanpa memperhatikan keberlanjutan. “Kelompok oligarki tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memperburuk ketimpangan sosial dan ekonomi, yang pada gilirannya membuat masyarakat lebih rentan terhadap bencana,” paparnya.

Ia menyebutkan bahwa korupsi yang terorganisir dalam sistem ini memperburuk situasi dengan menambah kesenjangan dan menghambat upaya untuk memperbaiki kondisi sosial dan lingkungan. “Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak negatif ini, diperlukan reformasi yang mendalam dalam sistem ekonomi, politik, dan pengawasan terhadap tindakan korupsi serta perlindungan lingkungan,” pungkasnya.[] Ajira

Loading

Views: 15

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA