Tinta Media – Pengkampanye Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional Alfarhat Kasman menyatakan, perluasan hilirisasi oleh pemerintahan Indonesia yang baru, mendatangkan keuntungan bagi para pengusaha pendukung Prabowo-Gibran.
“Agenda perluasan hilirisasi mendatangkan keuntungan bagi pengusaha dalam barisan pendukung Prabowo-Gibran, baik yang tercatat di dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) maupun yang tak tercatat,” tuturnya kepada Tinta Media, Jumat (22/11/2024).
Hilirisasi timah misalnya, ia mencontohkan, akan membawa keuntungan ekonomi yang besar bagi adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, yang sejak awal menyatakan dukungannya terhadap Prabowo-Gibran.
Menurut penelusuran JATAM, ada 34 dari 48 menteri kabinet Prabowo-Gibran yang terafiliasi dengan bisnis, baik langsung maupun tak langsung.
“Jumlah itu, nyaris tiga perempat dari total jumlah menteri. Dari 34 menteri tersebut, sebanyak 15 di antaranya terafiliasi dengan bisnis ekstraktif, yaitu usaha yang memanfaatkan sumber daya alam (SDA) secara langsung tanpa melalui proses pembudidayaan dan pengolahan,” papar Alfarhat.
Nama-nama itu, sebutnya, antara lain Airlangga Hartarto, Bahlil Lahadalia, Roslan Roeslani, Erick Thohir, hingga Widiyanti Putri Wardhana yang merupakan istri dari Wisnu Wardhana. “Ada pula Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menteri Pertahanan yang adiknya pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Freeport Indonesia,” bebernya.
Menurut Alfarhat, nama-nama pengusaha besar juga terdapat dalam komposisi pendukung Prabowo-Gibran di dalam TKN (Tim Kampanye Nasional).
“Ada nama Boy Thohir sebagai pengendali Adaro, Aburizal Bakrie sebagai pengendali Bakrie Group, Luhut Binsar Pandjaitan selaku pemilik Toba Bara Sejahtra, Hashim Djojohadikusumo, Rosan Roeslani, Pandu Patria Sjahrir, Erwin Aksa, hingga Wisnu Wardhana. Nama-nama tersebut merupakan pebisnis besar yang menguasai sektor ekstraktif, mulai dari batu bara, migas, mineral, hingga sektor agro,” tambahnya
Selain yang tertera secara resmi sebagai anggota TKN, Alfarhat mengungkapkan bahwa Boy Thohir beberapa kali mengatakan Prabowo-Gibran mendapatkan dukungan dari penguasa sepertiga perekonomian Indonesia.
“Belakangan lawatan kenegaraan Prabowo pertama ke Cina seolah-olah membenarkan hal itu. Dalam kunjungannya sebagai Presiden, Prabowo disambut oleh para taipan seperti Boy Thohir, Franky Oesman Widjaja pemilik Sinar Mas Group, Tomy Winata pemilik Artha Graha, dan Prajogo Pangestu pemilik Barito Pacific, dan Anindya Bakrie dari Bakrie Group,” urainya.
Nama-nama tersebut, terang Alfarhat, merupakan taipan penguasa bisnis ekstraktif di Indonesia yang akan diuntungkan lewat hilirisasi mineral kritis, batubara, dan produk agro. “Beberapa di antaranya bahkan telah merambah bisnis panas bumi, biofuel, hingga kendaraan listrik,” imbuhnya.
JATAM juga melaporkan, dalam lawatan ke Cina bersama Prabowo, Bakrie Group yang memiliki bisnis batubara, kendaraan listrik dan bisnis energi terbarukan, mendapatkan MoU dengan perusahaan energi asal Cina, Envision Energy International Ltd., untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)7 Terapung dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan kapasitas masing-masing sebesar 200 MW.
“Keduanya juga berencana mengeksplorasi potensi Kawasan Industri Hijau dan mengembangkan rantai pasok pengolahan nikel untuk kendaraan listrik,” ungkap Alfarhat.
Ia pun memandang bahwa susunan kabinet, pilihan kebijakan, serta kedekatan-kedekatan istimewa yang ditunjukkan kepada publik seolah-olah hendak menegaskan ada kontrak politik atau politik ijon yang telah dijalin sejak pertarungan Pilpres 2024.
“Praktik ‘balas budi’ yang diberikan oleh pemerintahan yang baru adalah berupa pemberian posisi strategis sebagai pembantu presiden dan kebijakan-kebijakan yang dapat melanggengkan bisnis para pendukung Prabowo-Gibran,” tuturnya.
Tak hanya itu, sambung Alfarhat, aroma balas budi juga menguat dilihat dari komposisi latar belakang para pembantu presiden yang
berasal dari partai politik.
Berdasarkan penelusuran JATAM, ucapnya, ada 54 perwakilan partai yang masuk dalam susunan kabinet sebagai menteri/wakil menteri dan kepala/wakil kepala badan/lembaga/utusan khusus presiden/dewan khusus.
“Sementara itu, anggota TKN yang mendukung kampanye Prabowo-Gibran menyebar di hampir seluruh struktur, mulai dari jabatan menteri, wakil menteri, hingga utusan khusus presiden dan badan/lembaga. Apabila ditotal, sebanyak 36 pembantu presiden merupakan loyalis Prabowo-Gibran yang tergabung di dalam TKN. Beberapa di antaranya merupakan pebisnis ekstraktif yang akan diuntungkan dari proyek-proyek transisi energi,” pungkasnya.[] Muhar
![]()
Views: 14
















