Tinta Media – Penguasaan 1,8 juta hektar tanah di Indonesia oleh satu keluarga dinilai Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) sebagai cermin kesenjangan akibat sistem ekonomi yang kapitalistik.
“Ini mencerminkan kesenjangan yang timbul akibat sistem ekonomi yang kapitalistik, khususnya dalam kebijakan okupasi lahan. Dengan kekuatan dana dan akses kepada kekuasaan, seseorang bisa melakukan okupasi terhadap lahan dalam jumlah yang luar biasa,” ujarnya dalam program Fokus to The Point di kanal YouTube UIY Official, Rabu (21/5/2025).
Menurutnya, ini sebenarnya bukan hal baru. “Fakta tersebut telah sering diungkap dan menunjukkan masalah serius dalam sistem ekonomi yang berlaku,” kata UIY.
Ia menilai fenomena ini sebagai bukti tak terbantahkan bahwa kesenjangan terjadi akibat kebijakan negara yang salah, karena menurutnya lahan merupakan elemen sangat mendasar, khususnya dalam sektor pertanian.
“Teknologi bisa dibeli, sumber daya manusia bisa dikerahkan, sarana produksi pertanian bisa diadakan. Tapi kalau lahan sudah dikuasai, tidak bisa dikuasai oleh orang lain. Artinya, dia bersifat eksklusif,” jelasnya.
Jelas, ungkap UIY, ini wujud praktik culas selama ini, di mana dengan kekuatan dananya (oligarki kapitalis) dan akses kepada penguasa bisa mendapatkan okupasi lahan begitu rupa.
“Sementara di sisi lain ada lebih dari 14 juta petani di negeri ini yang tak punya lahan satu meter persegi sekalipun,” pungkas UIY.
Sebelumnya dikabarkan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyatakan 1,8 juta hektar tanah di Indonesia dikuasai satu keluarga.[] Muhar
Views: 34
















